Ada pepatah yang mengatakan kebutuhan akan melahirkan penemuan. Nah, pandemi global saat ini telah memunculkan banyak peluang yang membenarkan pepatah ini. Misalnya, di masa normal, pembeli turbin raksasa untuk waduk pembangkit listrik tenaga air biasanya akan berkunjung ke pabrik pembuatan turbin untuk terlibat dalam Factory Acceptance Test (FAT). Tujuannya, memastikan agar segala sesuatu berfungsi sebagaimana mestinya.
Namun, tentu sekarang bukan masa yang normal.
Jadi, ketika pada akhir Maret, para insinyur dari Korps Angkatan Darat Amerika Serikat (USACE) bermaksud memeriksa runner pada turbin miliknya – yakni bagian yang berputar pada turbin untuk mengubah curahan air menjadi energi di pabrik GE Hydro Digital Technology di luar kota Montreal, tim insinyur tersebut perlu melakukannya dengan kreatif. Bagaimana cara Anda mengetes roda dari besi seukuran rumah kecil selama masa lockdown, serta memberi para insinyur tersebut berbagai informasi mendetail yang dibutuhkan?
Pengetesan itu dilakukan dengan memutar roda besi itu untuk mengetahui bahwa bahwa komponen itu berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak terjadi kebocoran minyak atau kegagalan fungsinya ketika mengalami tekanan. Namun, di masa pandemi ini tim tersebut harus melakukannya sedemikian rupa sehingga para insinyur yang berada ribuan mil jauhnya itu menjadi yakin akan hasil pengetesan tersebut – dan dapat menyelesaikan tugas itu hanya dalam waktu dua minggu.
Sekedar melakukan streaming tentang pengetesan itu tidak akan memadai. “Ketika pembeli berada di pabrik, mereka dipastikan akan melakukan sejumlah pengukuran,” kata Pascal Renouvin, CIO global supply chain GE Renewable Energy. “Anda perlu melihatnya dari jarak yang sangat dekat dan sangat jauh pada sejumlah hal.”
Ternyata anggota tim sudah memiliki solusi yang membuktikan bahwa masalah rumit tidak selalu membutuhkan solusi yang rumit pula. Sebuah iPhone yang dikombinasikan dengan tripod dan gimbal mampu memberikan gambar yang stabil dan cukup mendetail dalam menayangkan pengetesan yang sedang berlangsung.
Koneksi nirkabel sempat memunculkan kekhawatiran di pabrik yang mirip dengan bangunan katedral dan seluas setengah lapangan bola itu, kata Dany Desmarais, senior project manager di GE Renewable Energy Hydro North America, yang berada di pabrik pada saat pengetesan. “Kami perlu memastikan agar konektivitas di dalam bangunan tersebut memadai untuk segala sesuatunya, dan agar kualitas video cukup bagus sehingga pembeli dapat melihat hal yang mereka inginkan,” katanya.
Tim melakukan tiga kegiatan dry run peralatan secara terpisah beberapa hari menjelang pengetesan yang sebenarnya untuk memastikan bahwa teknologi tersebut dapat memberikan kualitas audio dan visual dengan detail yang dibutuhkan – satu kegiatan bersama tim Hydro, satu kegiatan online bersama salah satu pemasok off-site pada fasilitas tersebut, dan kegiatan online ketiga bersama seorang insinyur USACE di Amerika Serikat. “Saya mendesak dilakukan pengetesan, dan melakukannya berulang-ulang sehingga setiap orang dapat merasa nyaman karena kami sudah menghilangkan berbagai kejadian yang tidak diinginkan,” kata Renouvin.
Secara keseluruhan, FAT secara virtual itu berlangsung sesuai rencana dan tanpa kesulitan, kata Renouvin. Sejak dilakukannya FAT pada 24 Maret itu, tim hydro telah melakukan dua kali lagi pengetesan dari jarak jauh yang sama – keduanya berhasil – dan mengeksplorasi lebih jauh lagi kemampuan sejumlah produk troubleshooting yang digunakan di Amerika Utara.
“Sebelum COVID, tak seorang pun mau melakukan hal ini secara virtual,” kata Renouvin. Sekarang, dia berharap agar pengetesan jarak jauh seperti itu menjadi praktik yang lazim. “Saya yakin bahwa dalam beberapa hal kita masih melakukan FAT di fasilitas pabrik. Namun, saya juga yakin bahwa sebagian besar dari FAT akan dilakukan secara virtual.”