Skip to main content
header-image
GE Healthcare

Pandemi COVID-19 Bantu Petakan Masa Depan Pelayanan Kesehatan

December 03, 2020

Pada awal masa pandemi, para petugas di sebuah panti jompo di Florida menyadari bahwa mereka menghadapi masalah serius. 10 penghuni terpapar COVID-19 pada waktu yang sama dan harus dirawat di rumah sakit. Panti harus segera mencari tempat perawatan untuk mereka.

Mereka menghubungi rumah sakit di daerah mereka, Tampa General Hospital, untuk meminta bantuan. Rumah sakit tersebut menggunakan sistem yang didukung kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendapatkan informasi, antara lain ketersediaan tempat tidur dan ventilator di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah tersebut untuk menemukan tempat yang masih tersedia bagi para pasien. “Para operator dapat dengan mudah melihat pada dashboard untuk menemukan kapasitas semua rumah sakit sebelum mengambil keputusan,” kata John Couris, CEO Tampa General Hospital. Menurut dia, penggunaan AI bertujuan membuat rumah sakit tidak kewalahan sehingga para pasien memperoleh perawatan yang terbaik.

Tampa General Hospital merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang mengandalkan  perangkat lunak, data analitik, AI dan teknologi digital lain dalam upaya menanggulangi COVID-19. “Kami menciptakan sebuah sistem virtual yang memungkinkan kami melihat fasilitas yang dimiliki 51 rumah sakit, mengetahui kapasitasnya untuk merawat pasien COVID-19, bagaimana tingkat utilisasinya, untuk para pasien di ICU, pasien yang menggunakan ventilator,” kata Couris.

Couris adalah salah satu narasumber dalam webinar yang membahas layanan kesehatan di dunia pasca-pandemi yang diselenggarakan oleh GE Healthcare minggu lalu. Pembicara lain adalah John Beaman, chief business officer Adventist Health; Dave Ryan, general manager of health and life sciences Intel; serta Everett Cunningham, president and CEO GE Healthcare, AS dan Kanada; Jeff Terry, CEO clinical command centers GE Healthcare dan Geoff Martin, CEO GE Healthcare Consulting.

Healthcare Data analytics

 

“Kami menciptakan sebuah sistem virtual yang memungkinkan kami melihat fasilitas yang dimiliki 51 rumah sakit, mengetahui kapasitasnya untuk merawat pasien COVID-19, bagaimana tingkat utilisasinya, untuk para pasien di ICU, pasien yang menggunakan ventilator.” kata John Couris, CEO Tampa General Hospital. “Sistem ini menciptakan transparansi yang luar biasa pada semua fasilitas kesehatan yang mengadopsi sistem ini.” Kredit untuk gambar atas dan bawah: Getty Images.

Para peserta mencermati semua peluang dan tantangan yang muncul di masa pandemi dalam industri kesehatan. Dalam mencari solusi untuk semua peluang dan tantangan itulah kita akan mampu memetakan masa depan layanan kesehatan.

Selain peran perangkat lunak, data dan analitik yang semakin penting, para peserta juga berbicara tentang cara industri kesehatan bisa memberikan perawatan kepada pasien COVID-19, sekaligus membuat rumah sakit mampu melanjutkan bisnis layanan kesehatan secara normal. Volume pemeriksaan kesehatan rutin dan tindakan pembedahan telah menurun sejak adanya pandemi. Alasannya, banyak pasien yang mengalami masalah kesehatan tak terkait COVID menunda pergi ke rumah sakit, kata mereka. Akibatnya, operasi bisnis di banyak rumah sakit terkena dampaknya. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa untuk kembali pada kondisi normal, mereka perlu merancang ulang dan membangun kembali sistem yang ada sehingga pasien bisa merasa aman untuk mendaftarkan diri guna mendapatkan tindakan medis dan konsultasi dokter di tengah pandemi COVID-19. “Ternyata, orang masih menunggu,” kata Beaman. “Kita harus cepat beradaptasi, apapun yang terjadi, agar tak seorang pun merasa bahwa dia harus menghindari layanan kesehatan.”

Para panelis juga mendiskusikan bahwa kecepatan dalam mengadopsi teknologi yang memungkinkan pemberian layanan kesehatan virtual dan kerja jarak jauh merupakan  perubahan dramatis dalam industri layanan kesehatan. Beaman memberikan contoh bahwa Adventist Health telah memberikan layanan kepada pasien secara virtual dari 20% sebelum pandemi menjadi 80% dalam sehari selama pandemi. Teknologi telah berguna bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan, karena dapat menghemat waktu dan uang serta membantu melindungi kesehatan setiap orang, kata Martin. “Ke depan layanan virtual akan semakin penting dan menjadi prioritas bagi semua sistem layanan kesehatan,” sambung dia.  ‘(Berkat pandemi) kita telah melakukan lompatan lima dan 10 tahun ke depan dalam pola pikir kita tentang layanan kesehatan dan tentang cara membuat biaya layanan kesehatan menjadi terjangkau.”

Memikirkan kembali cara memberikan layanan kesehatan berkualitas dan mempercepat adopsi teknologi baru – dari hitungan tahunan menjadi hitungan bulanan bahkan mingguan – pasti akan menguntungkan rumah sakit dan pasien, kata Beaman: “Belajar cara melakukan sesuatu dalam sistem yang tepat, mengadopsi inovasi, melakukan pekerjaan kita dengan cara yang berbeda, akan membuat kita mampu memberikan layanan kesehatan dengan lebih baik dengan harga yang lebih murah. Hasilnya, semua pihak akan diuntungkan.”