Skip to main content
header-image
Steam Power

Masa Depan Energi yang Seimbang dan Berkelanjutan untuk Indonesia

David Hutagalung, Country Leader, GE Power
November 04, 2020

Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat penting bagi sektor ketenagalistrikan Indonesia bukan tanpa sejumlah alasan.  Diproyeksikan ada penambahan kapasitas terpasang sebesar 8,8GW. Ini menandakan satu langkah penting menuju pencapaian target nasional, yaitu penambahan kapasitas pembangkit terpasang sebesar 35GW pada 2029, dibandingkan dengan tingkat kapasitas terpasang di tahun 2014. Ambisi demikian bukan tanpa tantangan, khususnya pada saat COVID-19 menimbulkan disrupsi yang belum pernah terjadi dalam industri ini.

2% tahap akhir merupakan yang tersulit

Indonesia sudah berupaya menyediakan pasokan listrik bagi setiap warga negaranya. Saat ini, 98% dari penduduk telah memperoleh pasokan listrik. Namun, masih ada sekitar 10 sampai 20 juta orang Indonesia yang masih belum mendapat pasokan listrik [I]. Pemerintah masih berupaya mencapai tingkat elektrifikasi sebesar 100% bagi 260 juta penduduk, akan tetapi pada tahap akhir, pemenuhan kebutuhan listrik untuk 2% penduduk menjadi yang tersulit, karena mereka tinggal di daerah terpencil dan sulit diakses.

Dalam memenuhi target ini, dibutuhkan adanya keseimbangan antara kebutuhan akan tambahan kapasitas dan solusi energi bersih. Transisi ini sudah sangat mendesak akibat munculnya pandemi COVID-19 yang diprediksikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menurunkan permintaan pasokan listrik [II] sekitar 9.7% dalam tahun ini.

Ketika krisis melanda, para operator jaringan listrik akan mencari sumber pasokan listrik yang lebih murah dan bersih untuk menyeimbangkan rendahnya permintaan. Akibatnya, terjadi peningkatan permintaan akan sumber tenaga listrik terbarukan. Contohnya di Amerika Serikat dan India konsumsi sumber listrik terbarukan meningkat masing-masing hampir 40% dan 45%. Hal ini menghemat banyak biaya. PLN pun mengurangi investasi pembangkit listrik dari Rp 100 triliun menjadi Rp 53,59 triliun di tahun 2020.

Tantangan investasi ini memperkuat kebutuhan akan solusi kemitraan yang efektif untuk mendorong transisi energi di Indonesia. Kerja sama yang baru saja diumumkan antara PLN dan International Energy Agency (IEA)[III] untuk mendukung percepatan transisi energi merupakan sebuah kerangka kerja sama untuk mendukung upaya percepatan tersebut.

Memanfaatkan Sumber Energi Asli Indonesia

Transisi ini dapat memanfaatkan energi terbarukan yang berpotensi menghasilkan tenaga listrik sebesar 788.000 megawatt (MW)[IV]. Kapasitas potensi ini 14 kali lipat lebih besar dibandingkan seluruh tenaga listrik Indonesia saat ini.

Namun, seperti yang terjadi di negara lain, pemenuhan kebutuhan akan sumber energi listrik yang murah, dapat diandalkan, berkelanjutan dan dapat diakses membutuhkan bauran energi yang seimbang, termasuk sumber energi terbarukan, gas dan batubara. Indonesia, seperti sejumlah negara lain, mengambil langkah pasti menuju transisi energi dengan belajar dari pengalaman sejumlah negara seperti Australia, Jerman atau Denmark yang cukup cepat beralih ke sumber energi terbarukan – orang bilang terlalu cepat karena harga listrik menanjak sementara emisi karbon tetap tinggi.

Indonesia Membutuhkan Bauran Energi yang Seimbang

Dapat dipastikan bahwa dengan sumber energi terbarukan yang intermiten, ketersediaan tenaga listrik 24/7 dan 100% terbarukan adalah target yang kontradiktif. Sumber energi terbarukan tergantung pada cuaca yang tidak dapat diprediksi, sementara teknologi penyimpanan pada tingkat jaringan saat ini tidak dapat dilaksanakan dalam skala pembangkit listrik nasional. Akibatnya, transisi ini perlu dukungan dari kapasitas yang andal, yang dapat mengalirkan arus listrik di saat angin tidak bertiup dan matahari tidak bersinar.

Dalam konteks Indonesia, kapasitas yang dapat diandalkan ini berasal dari gas dan batu bara, tetapi alih-alih menyediakan beban dasar murni seperti sebelumnya, terutama gas, perlu menawarkan fleksibilitas pada utilitas untuk naik atau turun dengan cepat karena beban energi terbarukan sangat berfluktuasi. Dengan fleksibilitas itu, tenaga konvensional menyeimbangkan intermittency, memungkinkan lebih banyak energi terbarukan untuk memasuki jaringan listrik dengan tetap mengamankan aliran sepanjang waktu.

Sementara pembangkit tenaga listrik berbahan bakar fosil masih sangat dibutuhkan dalam beberapa tahun ke depan, kita harus menggunakannya secara efisien dan berkelanjutan. Sekarang, teknologi telah dapat meningkatkan efisiensi sehingga kita dapat menggunakan lebih sedikit bahan bakar untuk setiap megawatt yang dihasilkan. Sebagai contoh, GE memiliki teknologi turbin gas HA yang memegang rekor dunia dalam hal efisiensi yang mendekati 64% dalam konfigurasi combined cycle.  Pembangkit tenaga listrik combined cycle Tambak Lorok dengan kapasitas 780 MW merupakan salah satu contoh dalam penggunaan teknologi turbin gas GE 9HA tercanggih.

Dengan cadangan batu bara lokal yang cukup, penting bagi Indonesia agar pembangkit listrik tenaga batu bara menyediakan  stabilitas jaringan yang berkontribusi pada keterjangkauan listrik, penciptaan lapangan pekerjaan, dan tagihan impor bahan bakar yang lebih rendah, serta keamanan energi yang lebih baik. Agar pembangkit listrik tenaga batubara ini berjalan dengan andal dan efisien, akan dibutuhkan perawatan dan layanan yang kuat. Masalah emisi dapat diatasi dengan teknologi kontrol kualitas udara terbaru yang mampu memungkinkan pembangkit batubara mencapai tingkat emisi SOx dan NOx dari pembangkit listrik tenaga gas modern.

Di sisi energi terbarukan, GE menawarkan teknologi terdepan seperti turbin angin terbesar di dunia, Haliade X dengan 12 MW, serta teknologi panas bumi, tenaga surya, hidro, biomassa, dan teknologi waste-to-energy. Namun di luar pentingnya memiliki teknologi yang tepat, operasi yang efisien dan andal dari aset pembangkit listrik yang ada juga memerlukan jadwal servis yang konsisten dan servis yang jelas dan ketat. Juga portofolio uap terbarukan GE dengan teknologi untuk biomassa, waste-to-energy, dan pembangkit tenaga surya CSP dapat berperan dalam ekosistem energi masa depan.

Saya sangat bangga dengan kinerja yang telah dilakukan tim GE di Indonesia untuk memastikan pembangkit listrik tenaga gas dan batu bara tetap bekerja dengan baik terutama selama pandemi COVID-19, untuk memastikan rumah sakit dan organisasi penting lainnya dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan mendukung bangsa mengatasi krisis ini.

GE telah mendukung pemenuhan kebutuhan energi Indonesia selama lebih dari 80 tahun  memainkan perannya dalam membantu bangsa ini melakukan transisi energi.

tags