Skip to main content
header-image
ge indonesia

Catatan Handry Satriago, Langgam Maju di Masa Krisis

Handry Satriago, CEO GE Indonesia
September 21, 2020

Pandemi COVID-19 membawa perubahan besar pada cara menjalankan bisnis. Berimbas pada terjadinya krisis, terutama pada cara kita bekerja sehari-hari; termasuk dalam mengatur beban kerja sampai pada cara berinteraksi dengan customer. Tentunya hal ini berdampak besar bagi dunia usaha yang mendesak pebisnis untuk memikirkan kembali strategi untuk bisa terus bertumbuh selama masa pandemi. Namun, bagi saya, ada dua hal yang tetap sama – semangat untuk memberikan yang terbaik dan disiplin dalam meraih tujuan, meskipun bekerja dari rumah.

Dalam situasi krisis, pemimpin harus berangkat dengan asumsi bahwa masalah yang dihadapi lebih buruk daripada yang terlihat, sehingga harus memiliki rencana yang benar-benar matang. Rencana A, B, C dan D diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Saya tidak mengatakan bahwa kita harus bersikap pesimis, melainkan realistis dan memiliki berbagai pemikiran yang sudah diperhitungkan dengan cermat. Sikap demikian memungkinkan bisnis untuk bergerak cepat dan mengendalikan keadaan. Jangan sekali-kali meremehkan krisis yang terjadi.

GE sadar betul bahwa pandemi ini tidak boleh dianggap remeh. Oleh karenanya, tim selalu mengambil langkah cepat karena setiap penundaan dapat berakibat pada masa pemulihan yang lebih lama bagi. Itu sebabnya begitu gelombang pertama pandemi menghantam Indonesia, segera dibentuklah National Crisis Management Team (NCMT), dimana Security Director memastikan bahwa GE Indonesia siap dengan berbagai opsi yang dapat diekseuksi.

Skala Prioritas

GE menempatkan keselamatan dan keamanan karyawan sebagai prioritas utama, dengan mengupayakan informasi komprehensif tentang prosedur keselamatan, protokol kerja, peraturan social distancing dan pemberian waktu kerja yang fleksibel. Juga, mewajibkan Business leaders untuk berkomunikasi secara intens dalam memberikan berita terbaru yang terjadi, sehingga seluruh anggota tim mendapatkan informasi yang benar sehingga dapat bertindak sesuai dengan perubahan keadaan.

Selain itu, penting juga memastikan keberlanjutan bisnis selama masa pandemi ini.

Disini, komunikasi menjadi kunci. Top Management Team harus terus bekerja dengan Business Leader dalam mendengarkan kebutuhan para karyawan, customer dan mitra yang harus sesuai dengan GE Global leadership goal – menerima realitas, melakukan eksekusi dengan fokus, dan melibatkan tim. Di sini, peran NCMT sangat penting dalam menghadirkan informasi dan menyiapkan opsi rencana yang bisa dieksekusi berdasarkan realitas yang ada.

Penentu Kemenangan

Setelah menyusun rencana keberlanjutan bisnis, business leaders harus secara proaktif melihat munculnya peluang, juga harus mampu memaksimalkan faktor-faktor yang menjadi penentu keberhasilan rencana tersebut, atau yang saya sebut sebagai winning factor;

Pertama, karyawan harus selalu diberi motivasi; menerima kenyataan untuk hidup dan menjalankan bisnis dengan cara new normal. Kedua, mendukung customer dengan kesiapsediaan untuk memberikan layanan terbaik dan tepat selama masa disrupsi kritis ini. Ketiga, memanfaatkan kapasitas yang dimiliki, sehingga tidak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan bisnis yang tentunya sejalan dengan menjalin kerjasama erat dengan para customer.

Siap Bersaing

Lebih lanjut, kedepannya, apa yang harus dilakukan jika perekonomian kembali pulih dan customer mulai berdatangan? Dimana posisi kita? Ketika pesawat mulai terbang lagi, ketika kebutuhan akan listrik menjadi sedemikian besar, peran apa yang kita lakukan? Pertanyaan ini haruslah menjadi introspeksi sekaligus menjadi motivasi.

Usaha maksimal harus dilakukan untuk memastikan GE dapat berkontribusi akitf dalam memberikan gagasan, solusi, dan penawaran terbaik, bagi customer dan Indonesia.

Putus asa bukanlah pilihan, terutama karena pasti ada peluang disetiap adanya krisis. Seorang Business Leader dapat dengan mudah tenggelam dalam berbagai isu manajemen krisis, sehingga tidak siap ketika tahap pemulihan mulai muncul.  Saya ingin menghindari situasi seperti ini dan memastikan bahwa tim manajemen tetap bekerja dengan efektif.  Misalnya – ketika permintaan tenaga listrik makin besar, kita perlu memastikan agar kita dapat memberikan solusi yang menyeluruh. Bila customer ingin meremajakan mesin lama, menawarkan proyek baru, pembiayaan baru – kami siap. Hal ini perlu menjadi fokus kita mulai sekarang

Untuk mempertahankan peluang pertumbuhan inilah maka harus terus ditekankan agar di tengah adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pengaturan cara kerja yang baru, dua hal harus tetap sama - jam kerja dan kesigapan dalam melakukan daftar pekerjaan sehari-hari.

Belajar dari GE Leader

Bekerja di GE selama lebih dari 20 tahun, saya selalu belajar dari para pemimpin GE yang tanpa disadari memengaruhi karakter saya. Mereka menanamkan kesiapsediaan untuk menerima realitas dengan optimis, menyusun rencana dengan matang, dan berni menantang diri sendiri untuk memberikan yang terbaik, serta terbuka dan dekat dengan secara internal maupun eksternal.

Jack Welch memberikan pelajaran, zona nyaman adalah yang paling berbahaya, prinsip yang masih saya pegang teguh sampai saat ini karena hal membuat saya pantang menghindari risiko. Jeff Immelt mengajarkan untuk menerima berbagai pemikiran dan inovasi. John Flannery mengingatkan akan pentingnya kerendahan hati dalam melayani semua customer dan mitra kita. Serta menjadi orang yang mudah didekati. John Rice mengajarkan kepada saya untuk menangani permasalahan dan menjadi pemberi solusi. Wouter Van Wersch membuat saya berani untuk memperjuangkan gagasan yang cemerlang serta memperjuangkan tim.

Terakhir dari GE Chairman and CEO saat ini, Larry Culp, saya senang sekali menerima satu pelajaran yang sangat penting, yaitu menerima realitas dan The New GE, dengan meninggalkan berbagai cara lama untuk kemudian menjadi lebih sederhana, lebih kuat, dan lebih sukses daripada sebelumnya.

Definisi Ulang Arti Menang

COVID-19 memang menyebabkan bisnis tidak dapat bergerak seperti sebelumnya, dan mengukur kemenangan menjadi perlu untuk dikaji ulang, bukan lagi semata-mata tentang pendapatan, tetapi dengan kontiunitas mampu menggerakkan karyawan untuk tetap termotivasi, hal ini sudah menjadi kemenangan besar. Terlebih lagi jika bisa mempertahankan hubungan timbal balik dengan customer, sudah bisa diartikan menang.

Pandemi COVID-19 menantang tekad untuk tetap optimis di masa krisis ini. Namun, saya percaya ini bukan alasan untuk tidak terus bergerak maju, harus selalu siap menerima kenyataan bahwa hidup ini tidak semudah seperti yang kita rencanakan. Dan, hal yang paling penting adalah kesediaan kita untuk menerima tantangan demi membangun suatu dunia yang bermanfaat bagi kita semua.

tags