Jakarta, 29 September 2010 -- GE Healthcare hari ini mengumumkan peluncuran hasil penelitian berjudul "Old Problems, fresh solutions: Indonesia's new health regime", yang dikembangkan oleh Economist Intelligence Unit (EIU).
Laporan hasil penelitian berupa white paper tersebut diluncurkan bersamaan dengan penyelenggaraan konferensi oleh GE pada hari ini. Dalam forum bertemakan "Healthymagination Indonesia. Delivering Quality Healthcare for Every Citizen" ini, sejumlah 150 pemangku kepentingan di Indonesia yang berkompeten di bidang layanan kesehatan berdialog tentang tantangan dan solusi seputar sistem kesehatan Indonesia. Turut mendukung kegiatan ini adalah kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDG).
Penelitian secara independen ini membedah tantangan utama dalam sistem layanan kesehatan Indonesia dan sejumlah solusi yang dapat digunakan untuk mengatasinya.
Walaupun pada saat ini implementasi sistem layanan kesehatan belum seefektif beberapa negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, Indonesia telah berada di ambang kemajuan besar. Pencapaian ini terutama melalui komitmen pemerintah dalam menyelenggarakan layanan jaminan kesehatan semesta (universal coverage). Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk meningkatkan anggaran kesehatan pada tahun-tahun mendatang. Namun, keberhasilan program-program tersebut membutuhkan temuan atas solusi sejumlah permasalahan sulit, termasuk ketimpangan kawasan perkotaan dan pedesaan, serta keseimbangan antara keterlibatan publik dan swasta serta permasalahan pendanaan.
Utusan Khusus Presiden RI untuk Tujuan Pembangunan Milenium Dr. Nila D.A. Moeloek dan Chairman & CEO GE Jeffrey Immelt menjadi pembicara utama dalam konferensi. Ditayangkan pula pidato penerima Nobel Perdamaian serta pendiri Grameen Bank Muhammad Yunus dan pilantrofis yang juga merupakan ahli bedah jantung terkemuka Dr. Devi Prasad Shetty. Termasuk dalam agenda forum tersebut diskusi yang dipandu oleh EIU, dengan narasumber terkemuka baik dari bidang swasta maupun pemerintahan, serta akademi.
GE Healthcare hari ini mengumumkan peluncuran hasil penelitian berjudul "", yang dikembangkan oleh Economist Intelligence Unit (EIU). Laporan hasil penelitian berupa tersebut diluncurkan bersamaan dengan penyelenggaraan konferensi oleh GE pada hari ini. Dalam forum bertemakan "" ini, sejumlah 150 pemangku kepentingan di Indonesia yang berkompeten di bidang layanan kesehatan berdialog tentang tantangan dan solusi seputar sistem kesehatan Indonesia. Turut mendukung kegiatan ini adalah kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDG). Penelitian secara independen ini membedah tantangan utama dalam sistem layanan kesehatan Indonesia dan sejumlah solusi yang dapat digunakan untuk mengatasinya. Walaupun pada saat ini implementasi sistem layanan kesehatan belum seefektif beberapa negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, Indonesia telah berada di ambang kemajuan besar. Pencapaian ini terutama melalui komitmen pemerintah dalam menyelenggarakan layanan jaminan kesehatan semesta (). Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk meningkatkan anggaran kesehatan pada tahun-tahun mendatang. Namun, keberhasilan program-program tersebut membutuhkan temuan atas solusi sejumlah permasalahan sulit, termasuk ketimpangan kawasan perkotaan dan pedesaan, serta keseimbangan antara keterlibatan publik dan swasta serta permasalahan pendanaan.Utusan Khusus Presiden RI untuk Tujuan Pembangunan Milenium Dr. Nila D.A. Moeloek dan GE Jeffrey Immelt menjadi pembicara utama dalam konferensi. Ditayangkan pula pidato penerima Nobel Perdamaian serta pendiri Grameen Bank Muhammad Yunus dan pilantrofis yang juga merupakan ahli bedah jantung terkemuka Dr. Devi Prasad Shetty. Termasuk dalam agenda forum tersebut diskusi yang dipandu oleh EIU, dengan narasumber terkemuka baik dari bidang swasta maupun pemerintahan, serta akademi.
"Salah satu elemen krusial dalam penyelesaian permasalahan-permasalah tersebut adalah inovasi dalam menekan biaya teknologi layanan kesehatan dan memperluas jangkauannya," ujar President and CEO GE Healthcare ASEAN David Utama menanggapi hasil penelitian EIU tersebut.
Bila dahulu dianggap hanya dapat dinikmati oleh negara-negara yang kaya dengan teknologi canggih, dewasa ini terobosan inovasi semakin bermunculan di negara-negara berkembang yang juga menghadapi tantangan serupa. Acapkali inovasi tersebut meliputi desain ulang mesin yang sangat kompleks seperti elektro kardiogram (electro-cardiograms/EKG) sehingga tidak hanya lebih mudah dioperasikan, tetapi secara drastis memangkas biaya produksi.
"Strategi reverse innovation GE telah menghasilkan MAC400 dan MAC800 bagi India, sehingga masyarakat pedesaan dapat mengakses peralatan EKG yang secara khusus dirancang berdasarkan kondisi lingkungan setempat, yang memang memiliki sumber daya yang terbatas," tambah David. "Strategi GE untuk menciptakan kesehatan yang lebih baik bagi lebih banyak orang di dunia, tercermin dalam inisiatif healtymagination ini. Kami berharap hasil penelitian EIU akan memacu kita semua untuk memikirkan pentingnya merancang MAC 400 khusus bagi Indonesia." "Saya berkeyakinan tinggi rencana aksi pemerintah tersebut dapat membantu pencapaian sasaran MDG," ujar Utusan Khusus Presiden RI untuk Tujuan Pembangunan Milenium Dr. Nila Moeoloek. "Namun, peran pihak swasta menjadi sangat penting dalam mencapai target tersebut , yaitu dengan menciptakan inovasi dan mengurangi biaya layanan kesehatan."
„Healthymagination‟ adalah inisiatif GE yang diluncurkan pada bulan Mei 2009 dan tumbuh dari komitmen global untuk mengurangi biaya, memperbaiki kualitas, dan memperluas akses bagi jutaan orang. Di Indonesia sendiri, negara tempat GE beroperasi sejak tahun 1940, unit usaha layanan kesehatan merupakan penyumbang tertinggi bagi total pendapatan GE pada tahun 2009, yaitu sebesar USD434 juta. Termasuk di antara konsumen GE Healthcare di Indonesia adalah penyedia fasilitas kesehatan yang dikelola baik oleh pemerintah maupun swasta, termasuk rumah sakit universitas.
Laporan hasil penelitian EIU tersedia dalam bentuk cetak dan format PDF, yang juga dapat diunduh di situs perusahaan http://files.gecompany.com/healthymagination/pdfs/GE_Indonesia_Sep21.pdf
Catatan redaksi:
1. Tentang Economist Intelligence Unit: Economist Intelligence Unit adalah unit usaha di bidang informasi, merupakan bagian dari The Economist Group, yang juga merupakan penerbit majalah The Economist. Melalui jaringan global yang mencakup lebih dari 650 analis dan kontributor, Economist Intelligence Unit secara berkala menganalisis dan memprediksi situasi politik, ekonomi, dan bisnis di lebih dari 200 negara. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan kunjungi www.eiu.com
2. Layanan kesehatan di Indonesia -- input dan keluaran: Total belanja layanan kesehatan masih di bawah 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB), dibandingkan dengan jumlah negara-negara dengan keadaan ekonomi serupa, yang mencapai 4 persen ataupun lebih. Adapun angka kematian ibu di Indonesia adalah sekitar 2 kali dari negara di kawasan Asia.
3. Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) adalah sasaran pembangunan dasar dengan isu kesehatan, pendidikan, dan lingkungan sebagai pilar-pilarnya; lebih dari 190 negara telah menandatangani komitmen untuk mencapai target-target MDG pada tahun 2015.
Tentang GE Healthcare:
GE Healthcare adalah penyedia teknologi dan jasa medis yang merupakan pembaharu bidang perawatan pasien. Keahlian kami dalam pencitraan media dan teknologi informasi, diagnostik medis dan sistem monitor pasien, serta penemuan dan penyempurnaan obat-obatan, juga teknologi manufaktur biofarma membantu pelanggan kami untuk memberikan perawatan yang lebih baik kepada lebih banyak orang di seluruh dunia dengah biaya yang lebih rendah. Selain itu, kami bermitra dengan para pemimpin kesehatan, yang berupaya memanfaatkan perubahan kebijakan global yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu perubahan menuju sistem perawatan kesehatan yang berkelanjutan.
Visi "healthymagination" kami untuk masa depan mengajak dunia untuk bergabung bersama kami dalam perjalanan kami di saat kami terus mengembangkan sejumlah inovasi yang fokus pada penurunan biaya, peningkatan akses dan perbaikan kualitas serta efisiensi di seluruh dunia. Dengan kantor pusat di Inggris, GE Healthcare adalah satu unit General Electric Company (NYSE:GE) senilai USD17 milar. Di seluruh dunia, GE Healthcare mempekerjakan lebih dari 46.000 orang yang berkomitmen melayani para profesional perawatan kesehatan dan pasien mereka di lebih dari 100 negara. Untuk keterangan lebih lanjut tentang GE Healthcare silakan kunjungi situs www.gehealthcare.com.
Khor Jiak Woen
Fauzan Zidni