Skip to main content
×

GE.com has been updated to serve our three go-forward companies.

Please visit these standalone sites for more information

GE Aerospace | GE Vernova | GE HealthCare 

Press Release

Indonesia Siap Beralih ke Energi Bersih Untuk Penuhi Kebutuhan Listrik Yang Terus Bertumbuh

September 28, 2010

GE Menggandeng Mitra Pemerintah untuk Mengembangkan Potensi Energi Terbarukan di Indonesia

JAKARTA, INDONESIA -- 29 September 2010 -  GE dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani nota kesepahaman (MOU) untuk kerja sama pengembangan energi terbarukan dan proyek batu bara yang lebih bersih guna membantu Indonesia memenuhi kebutuhan tenaga listrik dan lingkungan yang terus bertumbuh.

Kedua pihak akan bekerja sama untuk mempelajari sejumlah isu penting yang bisa mendukung implementasi komersial pada proyek energi terbarukan di Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat ketiga dunia, seperti pembangkit listrik tenaga bayu (angin), surya (matahari), gas panas bumi (geothermal), bio massa (biomass), biogas, serta batu bara yang lebih bersih. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, kebutuhan energi di

Indonesia juga turut meningkat sekitar 7% setiap tahun. Pemerintah pun sudah memberikan insentif pajak pada pengembangan proyek-proyek energi yang terbarukan ini guna membantu mengurangi ketergantungan negara dari bahan bakar yang berasal dari fosil.

"Seperti arahan dari Presiden RI dalam Rapat Kerja Nasional di Tampak Siring, Bali, beberapa waktu yang lalu, bahwa salah satu arah pembangunan Indonesia adalah terciptanya ketahanan energi. Guna merealisasikan hal tersebut,  BPPT dan GE sepakat   melakukan kerjasama dalam pengembangan energi terbarukan, energi bersih dan efisiensi energi di Indonesia," ujar Dr. Marzan A. Iskandar, Kepala BPPT. "Hal ini mendukung target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan menjadi 17% pada 2025 dibandingkan saat ini yang baru 3,4% dari keseluruhan penggunaan energi dalam negeri."

Tantangan awal dalam kerja sama yang baru dilakukan ini adalah prakarsa pemanfaatan energi angin yang dikembangan Indonesia melalui proyek WHyPGen (Wind Hybrid Power Generation) yang kemudian dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan energi terbarukan lainnya. Proyek ini didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan bantuan dari Global Environment Facility (GEF) yang bertujuan untuk mempromosikan implementasi komersial pada energi terbarukan tersebut, terutama untuk proyek pembangkit listrik hibrida bertenaga bayu yang menggabungkan antara tenaga angin dan tenaga lainnya seperti tenaga fotovoltaik, tenaga mikrohidro, tenaga gas alam atau tenaga listrik diesel. Ketika angin tidak bertiup, maka tenaga cadangan secara cepat menggantikannya untuk memenuhi kapasitas pembangkit yang dibutuhkan dan karena itu dari sisi kapasitas pembangkit akan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil secara keseluruhan.   

GE sudah melakukan studi pengukuran angin di Indonesia, mengumpulkan data terkait potensi tenaga angin di sejumlah wilayah di Indonesia untuk memastikan terwujudnya pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga angin berkapasitas lebih dari 80 Megawatt. BPPT juga akan merancang kerangka kerja proyek tersebut melalui dialog dengan sejumlah badan pemerintah dan lembaga keuangan dan GE akan membantu dalam pengembangan dan implementasi proyek energi tenaga angin.

"MOU ini mencerminkan percepatan perkembangan dari proyek energi terbarukan di
Indonesia," Kata Gatot Prawiro, Direktur GE Power & Water di Indonesia. "Proyek seperti WHYPGen akan membantu membentuk kerangka pasar yang tepat dalam mengimplementasikan aplikasi energi tenaga angin komersial."

Angin dan batu bara bersih merupakan bagian penting bagi rencana pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebanyak 29 Gigawatt dalam 10 tahun mendatang. Tambahan tenaga pembangkit ini akan mendukung upaya untuk menambah tingkat pasokan listrik di Indonesia. Dengan tambahan 1,3 juta rumah tangga setiap tahunnya, Indonesia diharapkan bisa memenuhi pasokan listrik hingga 93% dari populasi pada 2025.

GE adalah salah satu  perusahaan yang terdepan di dunia dalam  bidang  teknologi dan layanan energi angin dengan lebih dari 14.000 turbin angin telah terpasang.  Perusahaan ini juga menjadi pelopor dan pemimpin dalam pengembangan teknologi daur gasifikasi yang terintegrasi (integrated gasification combined-cycle technology), yang mampu mengubah batu bara menjadi sebuah syngas yang lebih bersih untuk penggunaan dalam produksi pembangkit berskala besar.

Tentang BPPT

BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) adalah badan penelitian pemerintah Indonesia yang bertugas untuk menjalankan tugas pemerintah dalam mengkaji dan mengaplikasikan tekonologi. Visi dari BPPT adalah untuk menjadi pusat teknologi unggulan yang menekankan pada kerja sama untuk memaksimalkan penggunaan terhadap teknologi yang dikembangkan. Dengan tujuan agar teknologi yang dikembangkan oleh BPPT dapat digunakan oleh pemakai, tujuan ini dapat dicapai bila teknologi yang dikembangkan didasari oleh permintaan industri dan partisipasi mitra-mitra BPPT yang bersangkutan pada perencanaan awal. Dengan cara ini, BPPT dan mitra industri tidak dapat dipisahkan dalam proses perkembangan industri nasional. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan kunjungi situs BPPT di www.bppt.go.id 



Tentang GE

GE adalah perusahaan infrastruktur, keuangan  dan media yang memiliki tantangan terbesar dunia. Mulai dari mesin pesawat terbang dan pembangkit tenaga listrik hingga layanan finansial, solusi pemeliharaan kesehatan dan program televisi, GE beroperasi di lebih dari 100 negara dan mempekerjakan sekitar 300.000 karyawan di seluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi situs perusahaan di www.ge.com 
GE melayani sektor energi dengan mengembangkan dan menerapkan teknologi yang membantu mengefisienkan penggunaan sumber daya alam. Dengan hampir 85.000 karyawan global dan pendapatan pada 2009 sebesar US$37 miliar, GE Energy www.ge.com/energy merupakan salah satu perusahaan terkemuka dunia yang memasok teknologi pembangkit tenaga listrik dan energi. Bidang bisnis yang meliputi GE Energy -- GE Power & Water, GE Energy Services dan GE Oil & gas -- saling bekerja sama untuk menyediakan produk dan solusi layanan terintegrasi di semua area industri energi termasuk batu bara, minyak, gas alam, energi nuklir; sumber daya terbarukan seperti air, angin, surya dan biogas; dan bahan bakar alternatif lainnya. 

Untuk informasi media, silakan kontak:

Inggita Notosusanto (GE)
021 573 0500
+62 811 162646

David Hutagalung (GE)
021 573 0500
+62 811 158393
[email protected]

Ezta Wahyudi or Wulan Suling       
IndoPacific Edelman          
+62 21 721 59000
[email protected] 
atau [email protected]

Untuk informasi mengenai BPPT, silahkan kontak:

Dt. M.A.M  Oktaufik
Direktorat Pengembangan Teknologi Sumber Daya Energi BPPT
+62 (021) 316 9851
[email protected]

Inggita Notosusanto
GE Corporate Manager - Communications
[email protected]
+62-21-5730500
+62-8118607439


business unit
tags