Jakarta, 05 Desember 2012 -- General Electric (GE), TEMPO Institute dan Garuda Indonesia meluncurkan Surat Dari dan Untuk Pemimpin, sebuah buku yang didedikasikan bagi para calon pemimpin Indonesia, dan menganugerahkan penghargaan bagi para pemenang lomba esai mahasiswa, yang keduanya merupakan puncak dari rangkaian program Menjadi Indonesia 2012.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Handry Satriago, CEO GE Indonesia; Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda Indonesia; Mardiyah Chamim, TEMPO Institute; Dahlan Iskan, Menteri BUMN; dan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta.
Menjadi Indonesia 2012 merupakan program tahunan dari TEMPO Institute yang bertujuan untuk melahirkan para pemimpin masa depan yang kompetitif, dan berkualitas. Lebih dari 600 mahasiswa dari seluruh pelosok Indonesia serta dari luar Indonesia mengikuti kompetisi ini.
Dalam kompetisi esai Menjadi Indonesia 2012, mahasiswa diajak untuk lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi di sekeliling mereka, mencari solusi, kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan. Dari keseluruhan 645 naskah yang diterima, 30 naskah terpilih menjadi finalis. Ketiga puluh finalis inilah yang kemudian mengikuti Kemah Kepemimpinan, dimana mereka mendapatkan latihan kepemimpinan, jurnalistik. Dalam Kemah Kepemimpinan ini mereka juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi beberapa tokoh inspiratif Indonesia.
"Kemajuan sebuah bangsa bergantung pada kualitas sumber daya manusianya, karena itu sangat penting bagi kita semua untuk mendorong pengembangan generasi muda sebagai calon pemimpin. Menjadi Indonesia adalah wujud kontribusi kami di bidang ini. Kami berkomitmen untuk terus menyelenggarakan acara ini setiap tahun," ungkap Mardiyah Chamim, TEMPO Institute.
Selain mengadakan kompetisi esai mahasiswa, program Menjadi Indonesia 2012 juga menghadirkan elemen baru dengan meluncurkan sebuah buku berjudul Surat Dari dan Untuk Pemimpin. Buku ini merupakan kumpulan surat yang berisi mengenai dinamika dalam menempuh kesuksesan dan menghadapi berbagai tantangan dari 95 tokoh pemimpin di berbagai bidang; mulai dari seniman, atlet, CEO, sampai pejabat pemerintah; yang ditujukan kepada generasi muda Indonesia.
Para pemimpin yang turut menulis surat dalam buku Surat Dari dan Untuk Pemimpin ini, antara lain: Wakil Presiden Republik Indonesia, Budiono; Menteri BUMN, Dahlan Iskan; Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan; Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo; Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama; Emil Salim; Ignasius Jonan; Bondan Winarno; Riri Riza; Susi Susanti; Sri Mulyani Indrawati; Obin; Erna Witoelar; Arifin Panigoro; Christine Hakim; Busyro Muqoddas; Tisna Sanjaya; dan masih banyak lagi.
"Mengasah jiwa kepemimpinan dan mempersiapkan generasi penerus yang unggul serta siap bersaing dalam dunia global penting dilakukan sejak dini. Oleh karena itu, Garuda Indonesia sangat mendukung program yang diselenggarakan bersama-sama dengan GE Indonesia dan TEMPO Institute ini. Kami harapkan melalui program Menjadi Indonesia akan lahir para pemimpin baru di masa depan yang kompetitif, kritis, dan berwawasan global," ujar Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda Indonesia.
"Menciptakan calon pemimpin-pemimpin yang tangguh, dan mampu berinovasi dan bersaing secara global merupakan hal yang mutlak dilakukan," kata Handry Satriago, CEO GE Indonesia. "Menjadi Indonesia merupakan ajang yang positif untuk menyeleksi calon pemimpin yang inovatif dan berani mengungkapkan pendapat dan idenya. Oleh karena itu GE untuk kedua kalinya mendukung penuh kegiatan."
Terpilih sebagai pemenang kompetisi esai mahasiswa antara lain, Gigay Citta Acikgenc dari Universitas Indonesia sebagai pemenang pertama; Robbi Irfani Maqoma dari Universitas Indonesia sebagai pemenang kedua; dan Sabhrina Gita Aninta dari Institute Teknologi Bandung sebagai pemenang ketiga. Ketiga pemenang akan mendapatkan penghargaan dari TEMPO Institute, GE, dan Garuda Indonesia, serta total uang tunai sebesar Rp. 33 juta.
Pada acara malam penganugerahan pemenang hari ini, beberapa surat juga turut dibacakan langsung oleh penulisnya, antara lain: "Bergerak dari hati" oleh Ayu Bulantrisna Jelantik, Maestro Tari Bali; "Para pemimpin masa depan" oleh Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta; "Menjadi Indonesia" oleh Gunawan Mohammad, penulis puisi dan esai; "Good is not good when better is expected" oleh Emirsyah Satar, CEO PT Garuda Indonesia; dan "Kepada para pemimpin masa depan" oleh Handry Satriago, CEO GE Indonesia.
Selain itu, turut dibacakan juga salah satu esai mahasiswa yang berjudul: "Jika aku menjadi Menteri Pendidikan" yang ditulis oleh Gigay Citta Acikgenc, salah satu finalis lomba esai mahasiswa dari Yogyakarta.
"Saya senang dapat menjadi bagian dari program Menjadi Indonesia 2012. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi saya untuk menyuarakan aspirasi saya bagi Indonesia, bertukar pendapat dengan teman-teman mahasiwa dari seluruh Indonesia, serta membuka kesempatan bagi saya untuk banyak belajar dari beberapa tokoh-tokoh inspiratif di Indonesia," ujar Gigay Citta Acikgenc, Universitas Indonesia pemenang pertama Essay Competition. "Sungguh merupakan pengalaman yang sangat berharga."
Tentang GE
GE (NYSE: GE) menangani hal-hal terpenting. Sumber daya manusia dan teknologi terbaik yang menjawab tantangan terberat. Memberi solusi di bidang energi, kesehatan, dan hunian, transportasi serta keuangan. Membangun, memberdayakan, menggerakkan dan menyembuhkan dunia. Tak hanya berimajinasi. Juga melakukan. GE berkarya. Untuk keterangan lebih lanjut kunjungi situs GE Indonesia di www.ge.com/id/in atau blognya di www.ge-asean.com
Tentang TEMPO Institute
TEMPO Institute merupakan sayap baru dalam keluarga besar Grup TEMPO Inti Media, non profit, dan berada di bawah payung Yayasan sejak 21 Juni 1994 selalu berdedikasi pada pengembangan jurnalisme secara luas. Tidak hanya itu, sejak 2009 TEMPO Institute aktif menyelenggarakan berbagai program yang relevan untuk penyebaran nilai-nilai yang diyakini oleh TEMPO, seperti demokrasi, transparansi, dan pluralisme.
Tentang Garuda Indonesia
Garuda Indonesia merupakan maskapai nasional (flag carrier) yang melayani penerbangan di 32 rute domestik di Indonesia dan 18 rute internasional. Saat ini perusahaan mengoperasikan sebanyak 95 pesawat dan akan bertambah menjadi 194 pesawat pada 2015. Setelah menjadi Four Stars Airline pada 2010 lalu, Garuda Indonesia menargetkan predikat Five Stars Airline pada 2014. Pada Juli 2012, Garuda Indonesia terpilih sebagai "The World's Best Regional Airline" dan "The Best Regional Airline in Asia" oleh Skytrax, lembaga pemeringkat airline berbasis di London, dalam ajang Farnborough Airshow di London, Inggris.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Mardiyah Chamim
TEMPO Institute
[email protected]
0811 945 912
Ariavita Purnamasari
GE Indonesia
[email protected]
0811 1588685
Pujobroto
Garuda Indonesia
[email protected]
0811 158016
Ariavita Purnamasari
[email protected]