Categories
Pilih Negara
Follow Us

Relawan untuk Kepedulian

Selama lebih dari satu abad, “kepedulian” telah menjadi nilai-nilai yang ditanamkan GE kepada seluruh manajemen dan karyawannya. Seiring waktu, pada 1981, untuk memfasilitasi kegiatan kepedulian, GE membentuk organisasi resmi. Organisasi yang didukung jaringan relawan global bernama GE Voluenteer (GEV) ini pun membentuk cabang di Indonesia pada 2005.

“Tujuan pendirian GEV ada dua sisi manfaat. Pertama eksternal, guna meningkatkan kapabilitas dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat khususnya di kawasan sekitar GE beroperasi baik itu di pabrik, produk, layanan, kantor, ataupun tempat tinggal karyawan GE, sedangkan yang kedua, internal, agar bisa mengasah empati dan kepedulian terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi disekitar kita ,” kata Adrianto Darmoyo, Ketua GE Voulenteers Indonesia kepada GE Reports Indonesia disela-sela acara GEV bertema “Warung Daur Ulang dan Kampung Biru” di kawasan Cipete, Jakarta, Selatan.

Adri menjelaskan, GEV akan menyelaraskan programnya sesuai dengan adat, budaya, urgensi dan faktor sosiologis lokal di tempat GE berada. Jadi, ibarat pepatah “di mana bumi dipijak di sanalah langit dijunjung”, maka program GEV akan disesuaikan dengan kearifan dan kebutuhan lokal.

“Salah satu contohnya, GEV telah membuat dua kali program peduli korban gempa lombok dengan cara pengumpulan barang yang bermanfaat dan juga pengumpulan dana untuk rekonstruksi Lombok. Menurut kami ini penting dilakukan dan apalagi ada produk GE yang digunakan di sekitar Lombok,” ungkap Adrianto Darmoyo.

4 Pilar

Bidang penerapan program GEV mengacu terhadap empat pilar, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pengembangan masyarakat. Bentuk acaranya seperti; community development (comdev), donor darah, kerja bakti, bakti sosial dan sebagainya. Menurut Adri, empat pilar ini benar-benar berdampak efektif dan membawa perubahan positif pada masyarakat lokal terutama akar bawah.

“Dan untuk melaksanakannya, GEV bisa bekerja sama dengan semua pihak. Terpenting hal ini mengacu pada empat pilar. Jika tak sesuai dikhawatirkan tidak efektif. Terus terang kami sangat perhatikan ini apalagi kegiatan relawan GE juga dipantau oleh GE Global,” imbuhnya.

Kepedulian GEV, Adri melanjutkan pembicaraan, tidak sekadar memberikan hibah dan donasi kepada masyarakat untuk melakukan sesuatu. “Kami tak mau hanya kasih ikannya, kami kasih pancingnya,” tegasnya.

Para relawan GEV juga, menurut dia, harus ikut berdayakan tenaganya dan bahu membahu dalam berbagai kegiatan. Jadi yang namanya relawan GE pada prakteknya tak memandang jabatan di kantor. Ini sudah menjadi patron global dalam kebersamaan tugas dan tanggung jawab sebagai relawan.

“Alhasil para manajemen pun tak segan-segan terjun di kegiatan. Sebagai contoh, CEO GE Indonesia, Handry Satriago, juga ikut membersihkan halte bus way Transjakarta pada acara GE Voulenteer tahun lalu,” katanya.

Di sisi lain, ia menjelaskan, aktifitas GEV bisa dilakukan individu karyawan atau organisasi baik di waktu jam kerja atau pun di luar jam kerja. “Menjadi relawan bisa di jam kerja atau waktu lain seperti weekend. Untuk yang bersama-sama contohnya seperti sekarang dengan mengorganisasi acara dan kebutuhannya. Semua karyawan GE di luar panita juga boleh datang, sedangkan kalau sendirian bisa misalnya diundang ke seminar atau memberikan pelatihan gratis. Keduanya nanti kami catat kontribusi hours-nya,” Adri menjelaskan.

Adri juga menyatakan, kegiatan GEV Indonesia yang berbentuk kepanitiaan acara atau bersama-sama akan dilakukan minimal setiap sebulan sekali. Menurutnya, hal tersebut sudah cukup sering karena perlu dilakukan riset dan persiapan dahulu. “Seperti acara sekarang, kami kan perlu datangi Pak Lurah sampai Pak RT dahulu. Lalu kami harus siapkan logistik, alat kerja, keamanan kerja, dan banyak hal lainnya. Tapi kalau untuk individual kami persilakan dia mengerjakan apa saja asal sesuai pilar dan ada laporannya,” jelasnya.

Adri mengaku ada suka duka dalam menjalankan hal tersebut. Ia terkadang harus meninggalkan keluarga di waktu libur dan pulang larut malam karena mempersiapkan acara, hingga menjalani kegiatan pada dini hari. Namun, menurut dia, hal tersebut juga menjadi bagian dari hiburan dan silaturahmi bagi para karyawan GE.

“Kadang menjadi kesempatan kami berkenalan dengan divisi bisnis dan ajang kenalan juga dengan keluarganya. Jadi menurut kami ini membangun quality time juga,” katanya.

Paling aktif di ASEAN

Relawan GE secara global tercatat telah memberikan kepedulian pada masyarakat selama satu juta jam setiap tahun. Di sini, relawan GE Indonesia boleh berbangga karena tercatat paling aktif berperan di ASEAN. Pada 2013, setidaknya 463 relawan GE Indonesia telah berkontribusi 3.400 jam dalam kepedulian. Pada 2014, angka ini melonjak menjadi 19.100 jam.

“Kami senang relawan GEV Indonesia tertinggi aktifitasnya dalam setahun dibandingkan Negara ASEAN lain. Semoga tahun ini dan tahun mendatang catatan hours kepedulian relawan GE Indonesia tidak menurun dan justru makin meningkat,” katanya.

Sebenarnya, kata Adri, salah satu kunci keberhasilan relawan GEV Indonesia karena sumbangsihnya didasari rasa ikhlas. Menurut dia, (GEV) meyakini, sukses global perusahaannya harus bisa beriringan dengan kesuksesan masyarakat khususnya sekitar lokasi GE berada.

“Dan salah satu bukti ikhlasnya, kami tidak ngoyoh mengekspose kegiatannya dengan mengundang media. Yang penting kami senang jika hasilnya nanti berhasil, positif, dan berguna bagi masyarakat” Adri menutup pembicaraan.

Subscribe to our GE Brief