Categories
Pilih Negara
Follow Us

Larry Culp Ditunjuk Sebagai CEO GE yang Baru

 

H. Lawrence “Larry” Culp Jr, resmi ditetapkan sebagai Chairman dan CEO General Electric yang baru pada Senin (1/11/2018). Larry menggantikan Jhon Flannery, yang beberapa hari sebelum mengundurkan diri sempat melakukan kunjungan kerja ke beberapa Negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Dampak pengangkatan Larry (55), saham GE di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, langsung melambung 7,09 persen pada hari yang sama karena terpengaruh kabar pergantian CEO. Menanggapi pengangkatannya, Larry mengaku mendapatkan kehormatan besar ditugaskan sebagai pemimpin perusahaan besar seperti GE.
“GE akan tetap menjadi perusahaan yang sangat kuat dengan bisnis besar dan kemampuan luar biasa,” kata pria bergelar MBA dari Harvard Business School ini.

Larry adalah mantan CEO perusahaan teknologi Danaher Corporation. Ia baru bergabung dengan GE sebagai dewan direksi pada April 2018. Bagi GE, penunjukkan Larry dianggap sejarah baru untuk perusahaan berusia 126 tahun ini. Sebab, dibandingkan kandidat lain, Larry masih kategori “orang baru” dan juga “orang luar” di struktur manajemen GE, namun meski baru beberapa bulan bergabung ia langsung dipercaya mengemban pucuk pimpinan.
Bergabungnya Larry bersamaan dengan masuknya mantan ketua dan kepala eksekutif American Airlines, Thomas W. Horton (57). Tom dipercaya menjadi direktur utama dewan direksi GE. “Tom dan saya akan bekerja dengan para kolega dewan GE untuk mendapatkan peluang bisnis baru atau melanjutkan perpanjangan kesempatan yang sudah ada,” kata Larry.

“Kami akan bekerja sangat keras dalam beberapa minggu mendatang untuk mendapatkan eksekusi yang lebih andal, dan kami akan bergerak dengan cepat. Kami juga berkomitmen memperkuat neraca termasuk sisi deleveraging. Kami memiliki banyak tugas di depan untuk membuka nilai tambah bagi GE. Saya senang bisa bekerja,” anggota Phi Beta Kappa ini menambahkan.

Larry mengungkapkan, bisnis GE mayoritas sebenarnya sudah berjalan di jalur yang sangat baik, terkecuali GE Power. Menurut dia, hal tersebut terjadi karena adanya dampak terjadinya penurunan peluang bisnis di unit Power yang menyebabkan kurangannya pengembangan pada 2018.

”Untuk itu GE akan mengambil langkah memperbarui strategi dari GE Power. GE juga akan menegaskan kembali berkomitmen membangun bisnis GE Healthcare sebagai entitas independen yang terpisah dan sepenuhnya mendukung keberadaan saham 62,5 persennya di Baker Hughes, sebuah perusahaan GE, secara bertahap,” kata jebolan Bachelors of Arts Degree dari Washington College ini.

Dosen dan eksekutif yang sukses

Larry bergabung dengan Danaher pada 1990 di Veeder-Root. Dia ditunjuk sebagai Group Executive dan Corporate Officer pada 1995, dengan tanggung jawab tugas terhadap Uji Platform dan Pengukuran Lingkungan dan Elektronik Danaher. Saat dalam periode itu, ia juga menjabat sebagai Presiden Fluke dan Fluke Networks.

Pada 1999, Larry menjadi VP Eksekutif. Setelah itu, pada 2001 hingga 2014, Larry dipercaya sebagai CEO dan Presiden Danaher Corporation. Selama kurun kepemimpinannya sebagai CEO, Danaher mampu meningkatkan pendapatan dan kapitalisasi pasarnya lima kali lipat, masing-masing menjadi $ 20 miliar dan $ 50 miliar.
Tak pelak berdasarkan survei tahunan Institutional Investor, Larry akhirnya dinilai para investor dan analis sebagai salah satu CEO papan atas. Harvard Business Review juga mendapuk Larry sebagai salah satu dari 50 CEO Top di dunia

Di samping itu, Larry berprofesi sebagai Dosen Senior bagi program MBA dan pendidikan eksekutif di Harvard Business School. Ia fokus terhadap materi pengajaran kepemimpinan, strategi dan manajemen umum. Larry juga Penasihat Senior di Bain Capital Private Equity, Anggota Dewan Direksi T. Rowe Price Group, dan anggota serta Ketua Umum Dewan Pengurus dan Gubernur pada almamaternya, Washington College.

Sebagai informasi, Larry menggantikan Flannery yang menjabat sebagai Chairman dan CEO General Electric pada Agustus 2017. Tahun lalu, Flannery menggantikan Jeff Immelt, yang sebelumnya menjabat sejak tahun 2001. Immlet yang terkenal dengan konsep digital industri ini, menggantikan Jack Welsh yang menjabat selama 20 tahun atau sejak tahun 1981.

Sebelum Welsh, posisi CEO General Electric pernah ditempati Reginald H. Jones yang menjabat peran tersebut pada 1972. Selain itu, ada Fred J. Borch yang menjabat sejak 1967 hingga tahun 1972, Gerald L. Phillippe (1963–1972), Ralph J. Cordiner (1958–1963), Philip D. Reed (1940–1942, 1945–1958), Owen D. Young (1922–1939, 1942–1945) dan Charles A. Coffin (1913–1922).

Subscribe to our GE Brief