Categories
Pilih Negara
Follow Us

Kerjasama Strategis Antarkan Dewi Febrianti Meraih GE Best Employee 2018

Dewi Febrianti, mengaku terkejut ketika didaulat menjadi GE Best Employee 2018 pada 19 September 2018, di Hotel Fairmont, Jakarta. Penganugrahannya bahkan langsung disematkan oleh eks CEO GE Global, John L Flannery saat melakukan kunjungan ke Indonesia.

Lantas atas dasar prestasi apa yang membuat Strategic Key Account Manager at GE Healthcare itu dikukuhkan oleh gelar tersebut? Berikut ini adalah wawancara khusus GE Reports Indonesia dengan Dewi Febrianti:

Menurut Anda, apa yang membuat Anda didapuk menjadi Best Employee 2018?

Menurut saya, pertimbangannya karena sebuah kerja sama strategis jangka panjang dengan mitra grup layanan kesehatan yang belum lama kami persembahkan buat GE Healthcare.

Seperti apa bentuk kerja sama tersebut?

Alhamdulillah, belum lama ini, kami sukses melakukan perjanjian kerjasama strategis senilai US$16.2 juta dengan Mayapada Healthcare, yang mana dana tersebut akan digunakan untuk pembelian alat kesehatan bagi enam rumah sakit baru Mayapada di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bogor, dan Surabaya.

GE Healthcare akan melakukan peningkatan efektifitas teknis dan klinis, desain rumah sakit dan alur kerja, serta manajemen siklus hidup. Selain itu ada juga konsultasi perencanaan rumah sakit, dan pengembangan talenta tenaga kesehatan, termasuk edukasi atau pelatihan. Ini adalah kesepakatan besar di ASEAN. Mungkin ini yang menjadi pertimbangannya.

Lalu bagaimana perasaan Anda?

Saya tak mengira kalau saat itu acaranya anugerah Best Employee 2018. Saya pikir nanti cuma dapat certificate dan ada tulisannya thank you for portraying a leadership for accountability dari GE Healthcare. Perasaan saya tentu saja senang dan sangat bersyukur. Apalagi saya baru bergabung sejak Januari 2017 dengan GE Healthcare. Namun, saya tak mau hanyut berbangga diri karena saya beranggapan ini adalah sebagai pemicu untuk meraih prestasi lainnya ke depan.

Ini kerja tim kah?

Saya sebetulnya bukan leader, lebih ke individual contributor. Jadi tidak mengatur tim. Dalam suatu project saya harus jadi orang yang di depan. Tapi pastinya ada kontribusi yang lain. Tahap awal saya dibantu strategic solutions team untuk menjadikan Mayapada sebagai strategic account dengan pertimbangan kualifikasi tertentu. Kemudian dibantu, dari mulai kerja tim dari modalitas MRI, CT, Interventional, X-Ray, Ultrasound,Life Care Solutions, dan tentunya Ibu Putty (GE Healthcare Indonesia Country Director) dan Pak Handry (CEO GE Indonesia). Saya ajak meeting quarterly workshop bersama mereka. Kehadiran meluangkan waktu ketika saya bertemu dengan pemegang keputusan dari pelanggan juga memegaruhi juga keputusan klien.

Apa tantangan menyukseskan ini?

Prosesnya cukup panjang, sebelumnya GE merupakan penyedia alat kesehatan untuk RS Mayapada sejak tahun 2008. Banyak hal yang telah dilalui dan dilakukan selama kurun waktu tersebut, tetapi selama 2 tahun terakhir kami melakukan pendekatan lebih dan memperbaiki hal hal yang dipandang menjadi kekurangan GE dibanding vendor lain.

“Tantangan lain khususnya bekerjasama dengan RS swasta adalah banyak pemangku kepentingan seperti CEO, CFO, CMO, Business Development Director, Corporate Procurement dan manajemen Rumah Sakit itu sendiri. Engagement harus dilakukan ke semua pemangku kepentingan tidak hanya di level korporasi tetapi juga di Rumah Sakit seperti users yang ada di radiologi, dokter radiologi, radiografer, klinisi, biomedik dan jajaran manajemen Rumah Sakit.
Selain hubungan pekerjaan, kedekatan secara personal juga diperlukan dengan para pemangku kepentingan. Meluangkan waktu untuk ngobrol, makan siang, makan malam bersama atau bahkan minum kopi bareng itu hal yang sah untuk dilakukan”

Dari pribadi Anda, apa motivasi supaya berhasil?

Terus terang, saya sih masih tidak percaya sampai sekarang, bahkan sempat berpikir saya tidak layak mendapatkan penghargaan ini karena terkadang saya kehilangan motivasi dan terkadang saya membutuhkan masukan. Apalagi ada rekan-rekan lain yang hebat-hebat prestasinya. Tapi akhirnya saya menyadari ini layak karena saya mencintai pekerjaan saya sehingga saya rela bekerja lebih. Jadi, asalkan selama bekerja itu kita ihklas tanpa pamrih dengan mengejar tujuan itu bisa dapat apa yang kita cita-citakan. Intinya, mari bekerja keras dan menangi kesepakatan yang sudah ada.

Lalu filosofi hidup Anda?

Success is an iceberg, di dalamnya ada kerja keras, disiplin, kegagalan, penolakan, bekerja sampai malam, pantang menyerah dan doa.

Apakah karier sekarang sesuai cita-cita waktu kecil?

Tidak. Biasalah anak kecil mah ingin jadi dokter. Tapi realitasnya sanggup karena mahal. Akhirnya setelah lulus sampai SMA Negeri di Semarang, saya lanjutkan yang dekat rumah yaitu S1 Komunikasi Universitas Diponegoro dan kemudian ambil Master Manajemen di UNDIP juga.

Bisa diceritakan singkat perjalanan karier Anda?

Awalnya saya dulu banker di HSBC selama lebih dari 6 tahun. Kemudian saya juga kaget kok diterima kerja di Rumah Sakit, setahun pertama saya bekerja di RS Telogorejo sebagai Sales Marketing Manager. Kemudian saya pindah ke RS Columbia Asia sebagai Operations Manager selama 2 tahun.Tiga tahun bekerja di RS membuat saya paham mengenai dunia healthcare. Kemudian saya merasa tertantang pindah kerja ke distributor Philips Healthcare, selama satu setengah tahun saya mulai hard selling.

Di hospital saya punya 100 subcordinat lebih yang kemudian benar-benar berubah ke peralatan medis. Dari situ saya mulai fokus untuk penjualan ke rumah sakit pemerintah, swasta benar-benar hard selling dengan cara mengetuk pintu masing-masing. Saya juga menemui setiap dokter radiologi dan para KOL (Key Opinion Leader).  Satu setengah tahun kemudian, saya mendapatkan kesempatan di GE Healthcare sebagai account manager. Sebetulnya sama dengan yang Berca Niaga di Distributor Philipps sebagai account manager. Namun, sekarang account manager yang di GE Healthcare lebih ke direct business private customer.

Perspektif Anda mengenai Healthcare industry?

Saya lihat semakin tahun semakin naik. Salah satu buktinya, Anda sekarang bisa cek bahwa jumlah rumah sakit semakin banyak dan populasi agen yang bergerak dalam bidang tersebut juga semakin tinggi setiap tahunnya.

Subscribe to our GE Brief