Categories
Pilih Negara
Follow Us

Kebanggaan Aufar Gituri Ikut Serta Menyelesaikan Proyek PLTG MPP Batam dengan Cepat

Terlibat dalam pembangunan proyek PLTG MPP (Pembangkit Listrik Tenaga Gas / Mobile Power Plant)  Batam 500 MW di Kabupaten Merawang, Kepulauan Bangka Belitung, telah membuat kebanggan sendiri dalam hidup Maulana Aufar Gituri. Pasalnya, sebagai seorang engineerdari GE Power di proyek yang menjadi bagian dari program 35.000 MW itu, ia berkewajiban menyelesaikan proyek dengan tepat waktu. Tantangan pun ia jawab dengan baik.

“Awal masuk proyek, pimpinan menawarkan saya untuk melanjutkan tugas rotasi terakhir di Graduate Engineering Training Program (GETP). Di sini saya ditantang untuk bertanggung jawab  pada project warrantyselama operasi dan maintenance agar tepat waktu di dalam COD (Commercial Opretation Date),” ujarnya kepada gereports.co.id.

Tanpa pikir panjang, Aufar menerima tawaran dan tantangan itu.  Sebagai insinyur muda yang terkesima akan aero derivative gas turbine, ia melihat tawaran ini sebagai kesempatan emas dalam memperoleh pengalaman proyek yang lebih banyak dan besar. Hingga ia bisa mempertajam keahlian, pengetahuan, dan menambah jaringan profesionalnya.

“Proyek ini bisa menjadi pembuktian kemampuan diri, dan juga bagian dari kontribusi saya pada negara, utamanya menciptakan pasokan listrik bagi rakyat yang membutuhkan,” jelasnya.

Untuk membangun proyek yang bernilai sekitar Rp8 triliun ini, Aufar menyelesaikannya kurang lebih dalam waktu 6 bulan, sejak serah terima lahan dari PLN kepada PLN Batam. “Padahal rata-rata penyelesaian proyek seperti ini adalah bertahun,” kata dia. “Tapi dalam 6 bulan, kami bersama PLN bisa memasang 20 unit turbin TM2500.  Ini merupakan komitmen PLN bersama GE untuk memenuhi kebutuhan listrik dengan cepat dan bukti keandalan sistemnya.”

Dalam proses pembangunan, proyek ini sendiri sempat mengalami masalah besar dan harus mendapatkan perhatian intensif dari tim GE secara internal. Aufar menceritakan, permasalahan itu terjadi ketika dua mesin pembangkit mengalami penurunan jam operasi.  Setelah menganalisis, akhirnya diambil keputusan untuk mengganti mesin tersebut dengan mesin generasi TM2500 terbaru, miliki PLN Batam.

Dengan kemampuan berbagai tim teknik, operasi, dan logistik yang andal, insinyur lokal GE bisa menyelesaikan dan melewati selama masa sulit itu. “Kami berusaha menjaga reputasi GE yang bagus di mata pelanggan,” tegasnya.

Pasca proyek, jelasnya, para insinyur GE terus mendukung PLTG MPP ini, baik secara kunjungan ataupun melalui aplikasi jarak jauh. GE akan mengoneksikan PLN kepada sistem pemantauan dan diagnostik yang bisa terhubung ke 20 mesin TM2500, sehingga PLN bisa melakukan berbagai tindakan dengan waktu yang tepat.

Sebagai informasi, PLTG MPP Batan ini dioperasikan oleh anak usaha PT PLN (Persero) yaitu PT Bright PLN dengan menggandeng PT GE Operation Indonesia sebagai kontraktor utama.

PLTG MPP Batam sendiri merupakan satu dari delapan PLTG yang PLN, di antaranya: MPP Jeranjang, Lombok (2 x25 MW), MPP Air Anyir, Bangka (2 x 25 MW), MPP Tarahan, Lampung (4 x 25 MW), MPP Nias (1 x 25 MW) mulai, MPP Pontianak (4 x 25 MW), MPP Balai Pungut , Riau (3 x 25 MW), dan MPP Suge, Belitung (1 x 25 MW).

Pemilihan lokasi MPP itu berdasarkan pertimbangan pasokan listrik yang kurang, namun permintaannya justru meningkat seiring  pertumbuhan listrik di daerah tersebut. “Banyak juga yang didirikan di daerah pariwisata, karena PLTG MPP ini juga ditujukan untuk mendukung itu,” jelasnya.

Keandalan TM2500

Dengan TM2500, PLTG MPP mempunyai kelebihan teknologi pembangkit yang canggih dengan jangka waktu pembangunan yang cepat sehingga bisa mengatasi defisit daya dalam waktu singkat. Selain itu, pengoperasian TM2500 sangat ramah lingkungan dan fleksibel, bisa dipindahkan ke lokasi mana pun.

Selain itu, TM2500 telah menjadi teknologi terkemuka untuk penerapan mesin pembangkit listrik yang cepat untuk keperluan darurat dalam 15 tahun terakhir. Sepanjang itu, lebih dari 200 unit mesin pembangkit tersebar di seluruh dunia dengan waktu instalasi kurang dari setengah waktu instalasi mesin pembangkit listrik lain.

Aufar menuturkan, di berbagai PLTG MPP milik PLN telah banyak kejadian yang membuktikan keunggulan mesin TM2500. Mulai dari proses pencapaian beban puncak dalam waktu 10 detik, serta memiliki emisi rendah, fleksibilitas, dan keandalan tinggi.

Contohnya TM2500 di Bangka Belitung, yang dianggap berperan sebagai unit base load di beberapa pembangkit tertentu. Juga membantu grid listrik menghidupkan mesin pembangkit lainnya, seperti dari PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di sekitar lokasi, oleh local central control rooms.

“TM2500 dianggap menjadi mumpuni untuk menyokong grid karena bisa menghubungkan dengan cepat. Bahkan TM2500 telah menjadi prasarana teknologi yang paling banyak diminati dan dipelajari oleh para sarjana teknik dari berbagai kampus,” katanya. “Bagi saya pribadi, proyek PLTG MPP memakai mesin TM2500 ini secara harfiah juga telah berkontribusi menciptakan insinyur ketenagalistrikan yang andal untuk bangsa.”

Subscribe to our GE Brief