Categories
Pilih Negara
Follow Us

IPP di Bangladesh Gunakan Turbin 9HA

Sama seperti di Indonesia, Bangladesh saat ini juga sedang berupaya untuk memperbesar kapasitas pembangkit listriknya secara signifikan. Hal tersebut dapat terlihat dari program proyek listrik sebesar 11.600 megawatt di negara berpenduduk 164 juta jiwa itu untuk mencapai kapasitas 24.000 megawatt pada 2021.

Salah satu perusahaan listrik Bangladesh yang sedang mengembangkan proyek tersebut adalah Unique Meghnaghat Power Limited. UMPL merupakan IPP (Independent Power Producer) atau perusahaan listrik swasta, anak usaha Unique Group. Sebelum ekspansi ke sektor ketenagalistrikan, Unique Group  merupakan salah satu pemain di bidang perhotelan, real estate, manajemen tenaga kerja, dan infrastruktur di Bangladesh.

Saat ini, UMPL sedang membangun PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) berkapasitas 600 megawatt di kota Meghnaghat, tidak jauh dari Dhaka, Ibukota Bangladesh. PLTGU yang rencananya akan mulai komersial pada 2021 ini, diharapkan dapat menyalurkan listrik bagi sekitar 700.000 rumah di wilayah tersebut.

Demi mendukung keandalan dan efisiensi pembangkitnya, UMPL mempercayakan GE Power untuk menyediakan solusi teknologi, di antaranya satu turbin gas 9HA.01, satu generator HRSG, satu generator turbin uap, kondensor dan sistem-sistem terkait. Total nilai kontrak yang diraih GE dalam kontrak ini adalah sebesar USD 350 juta

“Proyek PLTGU Meghnaghat menandai terjunnya Grup Unique ke dalam sektor tenaga Bangladesh. Kami sangat antusias untuk bermitra dengan GE, yang keahlian teknologi dan pengalaman globalnya dalam mengelola proyek pembangkit listrik skala besar bisa membantu kami untuk memahami berbagai parameter serta pembangunan proyek yang ketat dan sesuai konfigurasi. PLTGU ini akan dibangun di dekat pusat-pusat pembangunan di Bangladesh, sehingga bisa memasok listrik yang dapat diandalkan ke jaringan listrik dan berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur di Bangladesh.” Kata Mohd. Noor Ali, Direktur Pelaksana Grup Unique.

Sementara itu, Deepesh Nanda, CEO, Gas Power Systems, GE South Asia, menyatakan, Bangladesh merupakan mitra lama GE yang mendukung pertumbuhan sektor listrik. Menurut dia, Bangladesh mampu secara strategis mengubah bauran energi dan ingin mengadopsi teknologi baru untuk memenuhi tantangan di lapangan, seperti peningkatan permintaan listrik.

“Kami yakin, turbin gas 9HA akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi ekosistem pembangkit listrik di Bangladesh, termasuk membuat masyarakat memiliki akses yang mudah ke listrik yang terjangkau, fleksibel, dan lebih bersih,” kata Deepesh Nanda.

Ditambahkan Deepesh Nanda, PLTGU UMPL juga telah menjadi tonggak sejarah bagi GE dalam mendukung teknologi canggih bagi sebuah pembangkit listrik berkapasitas tinggi di Bangladesh.

Turbin gas 9HA.01 merupakan turbin gas paling efisien dan terbesar di dunia. Secara global, turbin gas ini telah memacu kepada konversi bahan bakar yang paling efisien menjadi listrik. Turbin gas ini juga diakui sebagai solusi teknologi pembangkit listrik paling efisien di dunia baik di segmen energi 50z dan 60Hz. Efisiensinya bisa mencapai 62.22% dari kombinasi efisiensi siklus bersih dan 63.08% gabungan siklus efisiensi bruto.

Turbin gas 9HA memiliki desain modular yang inovatif serta ditunjang dengan manufaktur aditif. Berbagai terobosan teknologinya memungkinkan para pebisnis pembangkit listrik bisa mendapatkan pengurangan biaya modal pabrik, kemudahan dan kecepatan jadwal selama instalasi. Teknologi turbin gas 9HA Power dari GE Power telah mencapai operasi lebih dari 185.000 jam pada 30 unit operasi, dengan pesanan teknologi dari lebih dari 30 pelanggan di 15 negara secara global.

Subscribe to our GE Brief