Categories
Pilih Negara
Follow Us

Fakta dan Keunggulan Turbin 9HA Milik GE

Tuntutan efisiensi untuk pembangkitan listrik, baik dari sisi produksi emisi, life cycle, ekonomi, desain, dan sebagainya, kini makin dibutuhkan. Menyadari hal ini GE terus memacu produksi turbin yang paling efisien untuk produksi listrik.

Salah satunya, pada akhir tahun lalu, GE meluncurkan dua turbin terbaru, 9HA.01 yang berkapasitas 446MW, dan 9HA.02 dengan kapasitas 557MW, untuk turbin di PLTGU (Pembankit Listrik Tenaga Gas dan Uap). Kedua turbin tersebut mencapai reliability hingga 99,5 persen, dan 98,1 availability. Besaran total output turbin adalah 826MW dalam konfigurasi combined cycle 1×1.

Turbin 9HA juga bisa menekan turndown sampai 55 persen dari output baseload untuk standar emisi yang dihasilkan turbin lain; atau setara dengan mengurangi polusi CO2 dari 125.000 mobil di Amerika Serikat, dan 360.000 mobil di Eropa. Untuk efisiensi, keduanya mencapai 64 persen, atau tertinggi dibandingkan gas turbin lainnya.

Tingkat efisiensi tersebut melewati rekor dunia yang sebelumnya juga berasal dari gas HA (seri sebelumnya), dengan efisiensi 62,2 persen; dan gas turbin HA, dengan efisiensi 63,7 persen pada 2017. Praktis hanya dalam 18 bulan, berbagai rekor dicatatkan GE terkait efisiensi turbin untuk PLTGU. Ke depannya, GE Power mencanangkan target mengeluarkan gas turbin HA dengan efisiensi 65 persen pada 2020, sebagai komitmen gas turbin H-technology paling modern di dunia.

“Turbin gas 9HA, yang dijuluki HArriet, telah memecahkan rekor efisiensi turbin ketika diuji dipabriknya di Greenville, Carolina Selatan. Gas turbin HA adalah teknologi paling mutakhir saat ini. Kami tidak pernah berhenti berinovasi dan melakukan terobosan pada teknologi gas turbin kami,” ujar Joe Mastrangelo, President & CEO, GE Gas Power Systems. “Dengan tingkat efisiensi 64 persen, kami bangga bisa menjadi pelopor yang menawarkan teknologi gas turbin paling efisien di dunia saat ini,” imbuhnya.

Ditambahkannnya, setiap peningkatan persentase efisiensi gas turbin bisa menghasilkan jutaan penghematan penggunaan bahan bakar di dunia. HArriet juga jadi pelengkap pembangkit listrik tenaga baru terbarukan intermittent karena dapat meningkatkan dan menurunkan daya listrik sebesar 65 MW per menit, tanpa melibihi batas ambang emisi karbon untuk menjaga stabilitas gardu listrik.

Dari keunggulan ini, alhasil ada setidaknya 70 unit HArriet terjual di seluruh dunia, dan 37 unit sedang dalam proses pemesanan. Sejak pertama diluncurkan pada Juli 2016, lebih dari 17 unit telah beroperasi dan mencatatkan 50.000 jam operasional.

 

 

Hasil dari pengembangan teknologi

Keunggulan teknologi turbin 9HA ini karena GE memproduksi komponen yang dibuat dengan teknologi additive manufacturing untuk sistem pembakaran dalam gas turbin 9HA; serta menggunakan metal 3D printing. Sistem pembakaran yang baru ini telah berhasil diuji coba dalam kapasitas dan kecepatan penuh di fasilitas testing GE di Greenville, South Carolina, Amerika Serikat.

Turbin ini juga mendukung fleksibilitas bahan bakar, baik gas pun cair, dengan variabilitas gas yang luas, termasuk gas etana (shale) tinggi dan gas alam cair. Terkait pembiayaan dan perawatan, turbin ini bisa menghemat biaya sampai 1,8 juta dolar AS, dari rerata nilai total sekitar 8 juta dolar AS.

Empat belas kompresor canggih, dengan air foil aerodinamis 3D superfinish dan 3 bagian bilah stator variable pun melengkapi turbin ini. Ada juga bilah yang bisa diganti sesuai kondisi, dengan cakupan pemeriksaan borescope hingga 100 persen untuk semua bilah. Selain itu, turbin juga dilengkapi casing dinding ganda untuk control clearance yang lebih baik.

Untuk bobotnya, HArriet memiliki berat 400 ton atau sama dengan berat satu pesawat Boeing 747 dalam keadaan penuh penumpang. Panjangnya 109 meter, dengan lebar 5,7 meter, dan tinggi 6,65 meter; dengan hot air exhaled 29-38 km/jam.

Subscribe to our GE Brief