Categories
Pilih Negara
Follow Us
Women In STEM

Donna Priadi: Catatan untuk Women In STEM Indonesia

GE selalu menjadi tempat yang menjunjung tinggi kesetaraan. Ini menjadi salah satu hal yang paling saya banggakan dalam berkarir di GE, yakni adanya komitmen agar semua orang memiliki kesempatan yang sama. Khususnya, mendukung perempuan berkarir di bidang Sains, Teknologi, Engineering, Mathematics (STEM). Untuk GE, hal ini memiliki arti yang sangat penting dan tidak boleh diremehkan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa posisi perempuan di dunia STEM masih berada jauh dari apa yang diharapkan, meskipun sudah mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Jika berbicara tentang tantangan, tentu saja sangat kompleks dan bukan menjadi hal yang mudah untuk diselesaikan. Namun, ada tantangan pasti ada kesempatan. Jika belum bisa menyelesaikan, maka yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan kesempatan yang ada.

Saya, melalui GE Women’s Network (GEWN) berkesempatan untuk bertemu dengan banyak perempuan luar biasa yang bekerja di dunia STEM. GEWN adalah satu wadah untuk empowerment perempuan di internal GE yang dibentuk oleh Jack Welch pada 1997 dan kini memiliki 160 cabang dengan lebih dari 70.000 anggota. GEWN didirikan untuk menarik, menumbuhkan dan mengembangkan talent-talent perempuan GE melalui berbagai kegiatan networking dan sharing session.

“Sangat penting untuk mendorong dan memberikan dukungan bagi sesama rekan kerja perempuan. Saya sendiri memulai karir sebagai seorang engineer. Namun, sudah 20 tahun berlalu, saya masih melihat banyak tantangan bagi perempuan untuk bekerja di bidang ini. Terutama stereotip bahwa perempuan kurang mampu bekerja di bidang STEM. Juga, lingkungan kerja yang kurang memungkinkan mereka untuk mengoptimalkan potensi mereka.”

Di Indonesia, GEWN juga menjadi salah satu afinitas yang aktif memainkan peranan tersebut di atas yang bahkan tidak hanya ditujukan bagi internal saja. Seperti pada November lalu, melalui acara    GE Indonesia Recognition for Inspiring Women in STEM dimana, GE Indonesia memberikan apresiasi kepada lima orang perempuan yang menjadi role model di dunia STEM Indonesia. Juga pada Januari lalu, GEWN Sharing Session; why do we need more women in STEM di PT GENTS, Bandung.

Banyak yang bertanya, sebernanya apa urgensi GE sehingga mendorong para perempuan untuk terjun ke dunia STEM, bagaimana jika membuat roti atau bidang fesyen memang merupakan bidang yang mereka sukai? Mengapa harus STEM?

“Pertanyaan tersebut menjadi menarik, terutama karena menyangkut perspektif preferensi karier dan minat perempuan. Jika tertarik pada bidang fesyen dan membuat roti, tidak jadi masalah. Namun, STEM merupakan bidang yang didominasi oleh kaum laki-laki dan dalam hal ini, GE ingin menunjukkan bahwa ada kesempatan besar bagi mereka untuk bisa berkecimpung di industri ini. Salah satu cara yang kami lakukan adalah dengan sharing session bersama dengan orang-orang yang berani mengambil kesempatan tersebut.”

Pada acara November lalu, ada Prof. Pratiwi Pudjilestari Sudarmono, Pakar Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Dr. Premana Wardayanti Premadi, Pakar Astronomi, Prof. Eng Eniya Listiani Dewi, Profesor Proses Elektrokimia di BPPT. Silvia Halim, Direktur Konstruksi, MRT Indonesia dan Crystal Widjaja Senior Vice President for Data and Growth, Data Scientist, Go-Jek. Sedangkan pada kesempatan di Bandung, pembicara yang diundang adalah Syiki, Fleet Engineer, GE Aviation dan Arvilla, engineer designer curved bridge untuk LRT Jabodebek.

“Mereka adalah role model, inspirasi dan contoh nyata bahwa dunia STEM terbuka lebar bagi perempuan, terutama bagi yang mengambil dan mengoptimalkan kesempatan tersebut.”

Namun, terlepas dari potensi yang dimiliki, tempat bekerja juga sangat menentukan. “Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kehadiran lebih banyak perempuan yang bekerja dan menjadi leader ternyata meningkatkan pertumbuhan produktivitas dan GE sejak lama telah mengambil bagian untuk mewujudkan ini.”

Selama lebih dari 2 tahun terakhir, GE di melalui GEWN telah menjangkau lebih dari 2.000 perempuan di sektor pemerintah maupun swasta dalam rangka membantu mempromosikan dan membangun keseimbangan gender yang lebih baik di tempat kerja. We can’t and we won’t stop here.

Melalui catatan pribadi ini, saya berharap kedepannya di Indonesia ada peluang yang sama kepada perempuan dan laki-laki, Indonesia yang ekonominya dimajukan oleh para individu pekerja keras dan inovatif – yang semuanya memiliki akses yang sama untuk mendapatkan peluang tanpa memandang perbedaan gender.

Jadi, bagi setiap perempuan di manapun berada, yang membaca tulisan ini dan bertanya-tanya apakah karir di bidang STEM cocok untuk Anda? Sudah pasti. Banyak perempuan yang menjadi inspirasi, banyak pula tempat untuk mengambangkan potensi.

Even more, GE proud to celebrate the women who prove that point in their work every day. Be fearless dan dedicated yourself in everything you do. STEM is certainly for woman.”

Subscribe to our GE Brief