Categories
Pilih Negara
Follow Us

Cerita Ketangguhan GE TM 2500 Menghadapi Gempa Lombok

Pada Juli 2018, Pulau Lombok di Provinsi Lombok Nusa Tenggara Barat, dirundung duka setelah terjadi gempa sebesar 6,7 magnitudo. Bahkan hingga awal 2019, gempa susulan lebih kecil pun dikabarkan masih kerap terjadi di kawasan destinasi wisata favorit ini.

Akibatnya, berbagai infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk pembangkit listrik mengalami kerusakan. Beberapa pasokan listrik pun diberitakan sempat shut down. Namun ada satu kisah setelah sebuah PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) Jeranjang di Kabupaten Lombok Barat, yang tetap “berdiri kukuh” karena tak terkena dampak sama sekali akan kejadian gempa Lombok.

“Saat gempa besar dulu, kami sempat khawatirkan terjadi pengaruh pada PLTG ini. Alhamdulillah setelah kami lakukan pengecekan ulang, peralatan engine turbin tidak ada yang berubah dudukannya dan kami ukur ulang dengan vibrasi eksternal masih sama serta tidak ada dampak vibrasi,” ungkap M. Erik Erdiana, Site Manager PLTG MPP (Mobile Power Plant) Jeranjang berkapasitas (2X25MW), kepada GE Reports Indonesia.

Hal tersebut pun ditengarai terjadi karena beberapa fitur yang dimiliki PLTG Jeranjang. Seperti apa penjelasannya? Berikut ini adalah wawancara GE Reports Indonesia dengan M. Erik Erdiana terkait teknologi penunjang dalam PLTG di Lombok Barat.

 

Bagaimana waktu gempa susulan?

Memang masih terjadi gempa susulan yang agak kecil. Tapi kami tak perlu melakukan perbaikan, tinggal terus monitor saja vibrasinya karena mesin masih berkinerja sangat baik sehingga tidak diperlukan pengurangan daya secara berkala. Bahkan ketika pembangkit listrik dengan desain berbeda lalu menjadi offline.

Mengapa bisa begitu?

Salah satu faktornya kita memakai dua unit produk TM 2500 dari GE. Produk ini memang dikenal fleksibel, andal, mobile dan ditunjang untuk mengatasi keadaan darurat bencana.

Teknologi penunjang apa itu?

TM 2500 didukung teknologi untuk tahan getaran dan tiupan angin. Setahu saya ini dilengkapi oleh seismic kits yang memperkuat penyanggah-penyanggah dari mesin TM 2500 sampai pada getaran sebesar 0.65 G seismik akselerasi atau sampai kekuatan tiupan angin sebesar 120 mph. Pada tangga dan platformnya terdiri dari modul rakitan yang bisa digunakan untuk mengeluarkan atau memasukkan skid aux dan turbin. Permukaan platform terbuat dari kisi baja anti pecah dan bisa mengeringkan sendiri diperiksa. Semua itu sudah satu paket di TM 2500.

Pasca gempa pernah dikunjungi aparat terkait?

Waktu terjadi gempa pernah dikunjungi oleh Dirjen listrik yang memang sedang stand by di Lombok. Beliau menanyakan kondisi dari PLTG MPP Jeranjang dan beliau bersyukur tidak ada masalah.

Jadi menurut Anda bagaimana produk ini?

Asal tahu saja, TM 2500, pada dasarnya merupakan mesin jet “versi darat” dari mesin GE CF6 yang telah banyak menerbangkan pesawat Boeing 747, tetapi direkayasa ulang sebagai pemangkit listrik. TM2500 umumnya dirancang untuk menyediakan pasokan listrik darurat yang bisa terpasang di atas truk saja jika diperlukan.

Berarti TM2500 memang cukup andal jika diterapkan di daerah yang “rawan bencana”?

Berkaca dari kejadian ini yang melihat TM 2500 sangat cocok untuk diaplikasikan di Indonesia yang terletak di kawasan ring of fire. Ditambah karena TM 2500 ini sangat compact bisa diangkut dengan menggunakan barge atau satu truk saja, jadi cocok untuk negara kepulauan seperti Indonesia.

Apa masih ada yang Anda khawatirkan?

Sebagai manusia tentu saja kita berharap yang terbaik. Apalagi PLTG ini, walau bukan baseload, namun tetap vital karena harus memasok daya bagi sekitar 250.000 rumah. Selain rumah, fasilitas lain seperti rumah sakit, hotel, layanan darurat, dan infrastruktur seperti pompa air dapat. Kami di sini juga berharap tidak terjadi bencana gempa yang lebih besar lagi termasuk tsunami karena fasilitas ini dekat dengan pantai.

Subscribe to our GE Brief