Categories
Pilih Negara
Follow Us

Cara GE Optimalkan Media Sosial Untuk Tingkatkan Penjualan

Situs jejaring media sosial tidak lagi digunakan hanya untuk kekerabatan semata. Saat ini, media sosial sering digunakan sebagai alternatif alat marketing yang efektif bagi pelaku bisnis untuk memperkenalkan atau menjual produk dan jasa bisnisnya.

Menurut pakar marketing, Rhenald Kasali, fenomena ini bagian dari kondisi disruption yang merupakan kondisi mengubah cara-cara lama yang dilakukan incumbent. Sebelumnya, tutur dia, dunia mengenal era continuous improvement, yang mana perubahan kecil dilakukan secara terus menerus supaya proses menjadi lebih baik.

Setelah itu, ada era innovation yang membuat orang-orang terus berinovasi dengan hal-hal baru, hingga yang terjadi saat ini adalah era disruption atau fenomena di mana orang-orang mulai menggeser berbagai aktivitas di dunia nyata ke dunia maya.

“Nah, inilah era, di mana kita berpikir masa depan di masa sekarang hingga bisa merebut pasar yang ada,” ujar Rhenald Kasali, kepada GE Reports Indonesia, dalam sebuah acara di Kampus Universitas Pertamina, beberapa waktu lalu.

Ditambahkannya, sebagai efek berkembangnya era disruption, maka timbul berbagai macam cara baru yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya, seperti, online marketing, e-commerce dan sebagainya. Berbagai strategi pemasaran baru pun dilakukan untuk menyukseskan tujuan pemasaran. Mulai dari membangun komunitas, hingga membuat tim sosial media.

Berbicara mengenai fenomena era disruption ini, GE Global Leader Commercial Marketing, Steven Pepe, menyatakan, para manajemen dan pegawai perusahaannya telah menyadari, hubungan baik dengan pelanggan hingga aktivitas membuka jaringan eksternal sangat penting untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

Mereka pun menyadari menyadari sosial media adalah satu ujung tombak publikasi dan kegiatan pemasaran. Mereka juga menilai, hal tersebut tak hanya dilakukan divisi marketing dan komunikasi. “Untuk itu, walaupun bukan job desk-nya, berbagai pegawai dan manajemen dari bermacam divisi kerap dilibatkan dalam hal terkait informasi ini,” ujar Pepe seperti dilansir GE Reports.

Akan tetapi, perangkat informasi ini perlu dibimbing dengan alat yang tepat agar efektif memberikan ulasan mengenai kegiatan, produk dan jasa perusahaan tempatnya bekerja. “Bimbingan harus dilengkapi dengan ‘senjata’ konten yang baik sebelum membagikannya dengan mitra, pelanggan, dan calon pelanggan. Bimbingan juga sebaiknya dibuat mudah dan menyenangkan jika dilakukan setiap hari,” kata Pepe.

Berikut ini adalah dua kiat untuk publikasi marketing di sosial media bagi bisnis perusahaan yang dilontarkan oleh Steven Pepe:

 

Ciptakan sosial budaya penjualan

Banyak pegawai yang masih ragu-ragu terlibat dalam berbagi informasi terkait perusahaannya di media sosial. Mereka khawatir konten yang akan dipublikasikan belum mendapat persetujuan oleh struktur yang berwenang. Selain itu, mereka belum yakin jenis konten apa yang paling tepat untuk disebarluaskan kepada para pelanggan dan pembaca lainnya.

GE memiliki beberapa program dinamis yang dapat dibagikan oleh marketing kepada seluruh manajemen dan pegawai. Misalnya, konten cerita pendek tentang beberapa unit bisnis tentang GE. Para marketing juga bisa menulis status di media sosial terkait info perusahaan untuk kemudian bisa disebarluaskan oleh tim sales atau pegawai lain. Jika ada beberapa unit bisnis yang tidak terlalu aktif dalam sosial media, diperlukan pendekatan yang lebih fokus agar unit bisnis tersebut bisa mengikutinya.

Menurut Steven Pepe, salah satu poin yang harus diperhatikan oleh marketing adalah pemahaman konten dan analisis. Dari pemahaman ini nantinya bisa menjadi tolok ukur bagi unit bisnis tersebut untuk mengetahui pendapat dan keinginan pelanggan atau calon pelanggan.

 

Gunakan platform terpercaya

Steven Pepe mengungkapkan, GE memilih Linkedin Elevate sebagai salah satu media sosial andalan untuk kegiatan pemasaran. Menurut dia, platform tersebut dapat mendobrak hambatan struktur antara pegawai di bagian penjualan dengan pelanggan yang lebih tinggi. Sehingga bagian penjualan bisa bebas menyebarkan konten, dan juga mendapatkan masukan jika ada tanggapan dan saran dari pelanggan, yang memberikan efek positif pada kinerja perusahaan.

“Kami sudah memulai uji coba kepada sekitar 500 staf penjualan. Secara sengaja mereka dilatih untuk mahir dan aktif menggunakan media sosial ini. Kami berharap antusiasme mereka bisa menyebarkan secara sistemik kepada rekan-rekan mereka,” kata Steven Pepe.

“Untuk membantu staf penjualan menjadi penyebar konten yang cerdas, kami meminta para kurator bisa menargetkan rasio 75% berbanding 25% . Konten merupakan kombinasi pemikiran dan kepemimpinan GE industri, yang digabungkan dengan konten produk dan layanan,” ia menambahkan.

Menurut Steven Pepe, konten pun wajib dibuat semenarik mungkin sehingga unggahan para pegawai juga tidak terlihat sekedar ‘pemandu sorak’ untuk salah satu produk dan layanan. Platform resmi perusahaan juga akan dipersiapkan untuk membantu pegawai menjadi percaya diri dan merasa aman dalam berbagi konten.

Pegawai bisa menelusuri topik yang terkait dengan unit bisnisnya, seperti terobosan teknologi, berita perusahaan, atau budaya GE. Namun, sebelum semua itu diunggah dan dibagikan oleh karyawan melalui LinkedIn Elevate, para pemimpin komunikasi juga akan terlibat memeriksa dan menyetujui kontennya terlebih dahulu.

Dengan cara-cara tersebut, menurut Steven Pepe, pegawai perusahaan dapat terbebas dari rasa ragu berbagi konten. Ia mengungkapkan, aktivitas berbagi konten tersebut telah mendongkrak dua kali lebih banyak pengujung halaman website GE, serta para pencari lowongan pekerjaan perusahaan tersebut di Linkedin.

“Peran aktif pegawai ini juga ikut menaikkan penjualan hampir 2%! Kita bisa kesuksesan  program ini dengan memeriksa rincian hasil akhir. Jadi efektifitas bisa diperoleh dengan analitik spesifik di salah satu bagian bisnis. Pesan penting yang kami lihat dari keterlibatan pegawai ini adalah pembuktian mengenai keyakinan kami tentang pentingnya pegawai dalam mempublikasikan informasi perusahaan. Jadi, sematkanlah konten menarik kepada mereka, agar kisah-kisah tentang perusahaan bisa diunggah kepada berbagai pihak,” tutur Steven Pepe.

Subscribe to our GE Brief