Categories
Pilih Negara
Follow Us
GE volunteers

A Day of Service Bersama dengan SOS Children’s Village Indonesia

The true measure of any society can be found in how it treats its most vulnerable members.”

Ungkapan Mahatma Gandhi di atas masih tetap menjadi sebuahpembelajaran bahkan tujuh dekade setelah kepergian pemimpin karismatik tersebut. Kebanyakan orang akan dengan mudah menjabarkan alasan mengapa masyarakat gagal melampaui ukuran yang Gandhi sebutkan, namun akan tergagap ketika ditanya hal apa yang telah mereka lakukan untuk mencegah kegagalan tersebut.

Daripada mencari-cari kesalahan pihak lain GE melalui GE Volunteers (GEV) memilih untuk melakukan kinerja nyata. Bergerak aktif di empat benua, GEV mengerti betul kondisi dan apa saja bentuk kontribusi yang bisa mereka lakukan. Untuk Indonesia, dengan laju pembangunan yang sangat cepat muncul pula kesenjangan social yang menyebabkan adanya kelompok-kelompok yang kurang beruntung, salah satunya adalah para yatim piatu dan anak terlantar.

Pernyataan Kementerian Sosial Indonesia pada 2018 yang dikutip The Jakarta Post mengungkapkan bahwa di Indonesia terdapat lebih dari 16 ribu anak yang hidup di jalanan. Kebanyakan menggelandang di jalanan karena masalah keluarga, kemiskinan akut, ditelantarkan atau karena yatim piatu, anak-anak ini rentan dieksploitasi oleh kelompok kriminal yang bisa saja melakukan kekerasan seksual atau merekrut mereka secara paksa untuk melakukan tindak kejahatan.

Peduli dengan masa depan mereka, GEV Indonesia bekerja sama dengan SOS Children Village yang merupakan tempat penampungan bagi anak-anak yang kurang beruntung di Cibubur, Jakarta Timur. SOS Children Village merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) pembangunan internasional yang independen, nirlaba dan berkantor pusat di Innsbruck, Austria.

SOS Children Village menyediakan fasilitas bagi anak-anak tersebut untuk hidup dalam bentuk keluarga dengan hadirnya seorang Ibu, yakni seorang wanita yang berperan sebagai orang tua bagi mereka. Di fasilitas SOS Children Village tersebut terdapat 150 anak dan 15 ‘ibu’ yang tinggal di 15 rumah.

“Kami memutuskan untuk membuat kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada anak-anak dan ‘ibu’. Juga, kami ingin memberikan apresiasi dan dukungan kepada SOS Children Village yang sudah merawat anak-anak tersebut,” kata Ketua GE Volunteers Indonesia Stella Eugenia Atmadja.

Kolaborasi dengan SOS Children Village menjadi kick off dari rangkaian kegiatan Volunteering GE Volunteers Indonesia pada tahun 2020. a day of service bersama dengan SOS Children Village pada 28 Januari 2020 GEV beragendakan tiga kegiatan utama. Pertama, mengajari anak-anak tentang kebersihan gigi yang diikuti dengan story telling. Kedua, memperbaiki sejumlah fasilitas tempat bermain dan olahraga. Ketiga, sharing session antara GEV dengan anak-anak SMP-SMA tentang pilihan karier masa depan mereka. Sedangkan untuk para ‘ibu’ diadakan kompetisi memasak pudding yang tak kalah menariknya.

“Kami mengajarkan kepada anak-anak sejumlah kegiatan sederhana, namun sangat mendasar, misalnya cara menyikat gigi dan menekankan pentingnya menjaga kebersihan gigi. Kami berharap kegiatan tersebut menanamkan kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan gigi sehingga gigi mereka tetap sehat,” tambah Stella.

Satu hal yang menarik terjadi selama kegiatan tersebut, yakni kehadiran  anak-anak dari para relawan GEV yang berbaur dengan anak-anak penghuni SOS Village Children selama proses pembelajaran. Keterlibatan keluarga para relawan dalam kegiatan sukarela tersebut menjadi ciri khas kegiatan GEV. Tapi pertanyaannya adalah apa alasan untuk melakukan kegiatan sukarela? Dan mengapa anggota keluarga dilibatkan?

Volunteering adalah kegiatan yang sangat penting. GE selalu mendorong para karyawannya untuk menjadi GE Volunteers. Namun, selain karyawan, kami juga mendorong pensiunan, simpatisan, sahabat dan anggota keluarga di 61 negara,” lanjut Stella.

GEV Indonesia Chairwoman, Stella Atmadja

Menghimpun mereka dibawah semboyan ‘good people doing great things’, GE ingin aktif berkontribusi dalam memperbaiki keadaan masyarakat di tempat perusahaan ini hadir dan beroperasi. Oleh sebab itulah para relawan memastikan agar buah karya mereka baik bagi masyarakat, memberikan manfaat langsung kepada orang yang paling membutuhkan sekaligus membangun saling pengertian antara para karyawan dan masyarakat.

Para relawan juga menyadari manfaat dari partisipasi mereka dalam kerja sukarela, karena banyak diantara mereka yang memperoleh keterampilan baru dari rekan sesama relawan yang berbagi keterampilan. Selain itu, relawan juga mendapat manfaat dari terjalinnya relasi yang semakin mendalam, serta memperoleh keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi masing-masing. Sedangkan bagi GE, kerja sukarela ini memainkan peran yang sangat besar dalam pembentukan para pemimpin yang peduli, inklusif dan akuntabel. Pemimpin seperti inilah yang mampu membangun kemitraan dengan masyarakat dan meningkatkan reputasi GE sebagai warga masyarakat dari sektor usaha.

“Saya pikir setiap kegiatan sukarela yang kami lakukan sangat berarti karena kami memastikan bahwa penerima manfaatnya adalah kelompok masyarakat yang membutuhkan.  Saya ingin menggarisbawahi disini bahwa kemampuan untuk melakukan hal-hal kecil bagi kelompok tersebut memberikan sensasi yang luar biasa,” Stella menyimpulkan.

Pernyataan Stella ini searah dengan ucapan Winston Churchil, mantan Perdana Menteri Inggris yang berhasil membawa kemenangan negaranya dalam Perang Dunia II: “Anda memenuhi kebutuhan hidup dari apa yang Anda peroleh. Namun, Anda membangun kehidupan dari apa yang Anda berikan.” Dan justru ‘membangun kehidupan’ itulah yang memberikan sensasi yang luar biasa bagi GE Volunteers.

Subscribe to our GE Brief